Sebuah truk sedang melakukan pengerasan lahan di jalan Tanah Merah Desa Penaga menuju kawasan wisata Bintan Penaga Bay, kemarin. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos.co.id – Guna mendukung kawasan Free Trade Zone (FTZ) di Bintan, pusat menggelontorkan dana sebesar Rp 82,3 miliar. Dana tersebut untuk membangun berbagai infrasruktur penunjang.

“Tahun ini BP Bintan akan membangun jembatan dan jalan karena untuk membangun pelabuhan dan gedung belum bisa sebab masih menunggu sotk baru,” kata Wakil Ketua BP Kawasan Bintan Saleh Umar, kemarin.

Saleh juga menjelaskan, tahun 2016, BP Bintan telah menyelesaikan pembangunan
infrastruktur jalan sepanjang 6,5 kilometer dengan anggaran Rp 20,8 miliar dan tahun 2017, anggaran infrastruktur yang dialokasikan sebesar Rp 20,2 miliar untuk pekerjaan jalan lebih kurang Rp 4,6 kilometer. “Alhamdulillah pembangunan jalan tahun lalu bisa
diselesaikan dengan baik,” katanya.

Sementara itu, anggota BP Bintan Bidang Sarana dan Prasarana, Bayu Wicaksono menjelaskan, pembangunan yang akan dilakukan tahun ini yakni pembangunan jembatan dengan panjang 12 meter di Tanah Merah Desa Penaga Kecamatan Teluk Bintan senilai Rp 10 miliar. “Aksesnya belum terkoneksi karena putus dengan sungai, makanya akan dibangun jembatan,” katanya.

Lalu lanjut Bayu pembangunan jalan sepanjang 6 kilometer di Selat Bintan Desa Pengujan Kecamatan Teluk Bintan dengan proyeksi anggaran sekitar Rp 21,8 miliar dan lebar jalan sekitar 7 meter. Pembangunan ini bertujuan untuk pengembangan kawasan wisata baru di Desa Pengujan, terlebih saat ini telah rampung pembangunan jembatan tahap I.

Selain itu, BP Kawasan Bintan juga akan melakukan peningkatan jalan di Taman Sari Tanjunguban Kecamatan Bintan Utara sepanjang 7,7 kilometer dengan proyeksi anggaran 23,8 miliar. “Terakhir yang akan dibangun yakni pembangunan lanjutan jalan lintas barat dengan panjang 2,9 kilometer mulai dari kilometer 23 kijang dengan proyeksi anggaran Rp 25,9 miliar,” katanya.

Anggota bidang Pengawasan dan Pengendalian Investasi BP Kawasan Bintan Radip menambahkan pembangunan jembatan sepanjang 12 meter di tanah merah untuk mendukung pengembangan kawasan wisata baru bernuansa budaya melayu atau dikenal Bintan Penaga Bay.

Sebelumnya juga dilakukan pembangunan akses jalan ke kawasan investasi baru sepanjang 4 kilometer dengan total jalan sepanjang 7 kilometer. “Kawasan wisata baru ini sudah mulai dikenalkan dalam forum di Hongkong dan Singapura,” katanya. (cr21)

Respon Anda?

komentar