batampos.co.id – Niat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menceraikan Veronica Tan tidak datang tiba-tiba. Pengacara Ahok, Josefina Agatha Syukur, menyebut pembicaraan tentang rencana perceraian itu sudah terjadi sejak akhir tahun 2017 lalu.

“Pastilah (sebelumnya ada pembicaraan cerai). Kan tidak mungkin tiba-tiba muncul kuasa,” kata Josefina di PN Jakarta Utara, kemarin.

Josefina mengaku tidak ingat kapan persisnya pembicaraan itu dimulai. Yang pasti, Ahok dan Vero sudah membahasnya sejak akhir tahun lalu.

“Saya lupa kapan, tapi akhir 2017-lah,” ujarnya.

Ahok sendiri memberikan kuasa kepada Josefina untuk menggugat cerai Veronica pada Kamis (4/1) pekan lalu. Surat gugatan cerai kemudian diserahkan kepada PN Jakarta Utara sehari sesudahnya, atau pada Jumat (5/1).

Selain menggugat cerai, Ahok meminta hak asuh atas dua anaknya yang masih di bawah umur. Namun Ahok tidak membahas harta gono-gini.

Sementara Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara belum menetapkan jadwal sidang perceraian Ahok-Vero. Hakim masih menunggu berkas gugatan perceraian yang diajukan Ahok itu.

“Kalau majelis hakim itu (terima berkas), hari ini mereka tetapkan kapan persidangannya sesuai dengan daerah wilayah hukumnya dimana penggugat atau tergugat bertempat tinggal,” kata pejabat Humas PN Jakut, Jootje Sampaleng, Selasa (9/1).

Jootje menjelaskan, penentuan tanggal persidangan bisa dilakukan jika sudah ada penetapan dan ada juru sita. Jika hal itu sudah terpenuhi, tanggal sidang bisa diketahui secepatnya.

“Penetapannya sudah lihat di SIPP (Sistem Informasi Penelusuran Perkara) begitu tinggal berkasnya sampai ke majelisnya. Karena penentuannya kan harus ada setelah ditetapkan, kemudian ada juru sitanya ditetapkan, langsung aja ditetapkan (tanggal sidang),” ujarnya.

Sebelumnya, Jootje meyampaikan persidangan nanti akan dilakukan secara tertutup. Majelis hakim juga akan mengupayakan mediasi.

Gerindra Tak Ingin Terlibat

Di tengah gemparnya kisah gugatan cerai Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Veronica Tan, muncul isu yang tak kalah menarik. Yakni isu tentang dugaan pihak ketiga antara Ahok-Veronica yang dikait-kaitkan dengan Gerindra.

Foto ‘orang ketiga’ itu disebar di media sosial, dan disebut-sebut merupakan kader Partai Gerindra. Namun Gerindra menolak diseret-seret ke urusan rumah tangga mantan gubernur DKI Jakarta itu.

“JT itu kader partai lebay kali. Apa-apa dikaitkan dengan Gerindra,” kata Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, Selasa (9/1).

Hal senada disampaikan Ketua DPP Gerindra Desmond J Mahesa. Desmond menegaskan perceraian Ahok-Vero sama sekali tak ada kaitannya dengan partai besutan Prabowo Subianto itu.

“Apa hubungannya perceraian Vero dengan Gerindra? Apa hubungannya? Nggak ada. Aku pikir ya nggak perlu direspons lah. Biarlah proses pribadi seseorang, nggak usah dikait-kaitkan urusan partai. Ini kan sesuatu yang nggak ada diada-adain aja,” sebut dia.

Waketum Gerindra lainnya, Fadli Zon, mengaku tak mengenal sosok pria berisial JT yang dikaitkan dengan Vero. Bagi Fadli, jika perceraian Vero-Ahok dikaitkan dengan Gerindra, itu tindakan fitnah.

“Saya nggak pernah kenal dan juga saya nggak tahu benar apa tidak,” tegas Fadli. (jpg)

Advertisement
loading...