ilustrasi

batampos.co.id – BP Batam akan segera melelang hak konsesi pengelolaan air bersih di Batam yang saat ini dikelola PT Adhya Tirta Batam (ATB). Saat ini BP Batam tengah mempersiapkan proses pengakhiran perjanjian konsesi dengan ATB.

“Persiapan pengakhiran kontrak konsesi ATB tetap berjalan. Sekarang ini lagi proses,” kata Deputi IV BP Batam, Eko Budi Soepriyanto di Gedung BP Batam, Senin (8/1).

Eko mengatakan hingga saat ini belum ada investor asing yang berminat untuk mengelola air setelah konsesi berakhir. “Investor asing sejauh ini belum ada dan jika berminat maka mereka harus gaet mitra lokal,” ungkapnya.

ATB kata Eko merupakan perusahaan bagus sehingga memiliki standar yang harus bisa diikuti oleh investor yang berminat kelola air di Batam.

ATB hingga saat ini sangat memenuhi ekspektasi yang diinginkan BP Batam dalam pengelolaan air bersih. Namun, jika ada investor lain yang masuk dan memiliki teknologi lebih baik dan lebih modern dari investor peserta lelang, maka bisa saja menjadi pemenang.

Standar minimum yang diinginkan BP Batam antara lain pendistribusian air dan tingkat kebocoran yang rendah. Karena ATB sudah melakukan yang terbaik. Distribusi air sudah 98 persen dan tingkat kebocoran hanya 15 persen.

Sedangkan Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah, Binsar Tambunan mengatakan proses berakhirnya konsesi ATB terus berjalan seperti rencana dari era kepemimpinan sebelumnya.

BP Batam juga tengah mengevaluasi kewajiban kontraktual dengan ATB terkait kerjasama tersebut, sebelum konsesi berakhir.

Sedangkan nilai aset-aset yang dikelola ATB saat ini sudah mencapai nilai Rp 980 miliar terdiri dari waduk, instalasi pengolahan limbah, pipa, dan lainnya. (leo)

Advertisement
loading...