ilustrasi

batampos.co.id – Naas menimpah Wolter Situmorang, operator alat berat jenis Buldozer. Pria 54 tahun itu tewas setelah alat berat yang dioperasinya jatuh ke dalam jurang saat meratakan lahan pertanian di belakang Vihara Kuda Putih, RT01/RW04 Sungai Raya, kelurahan Sembulang, Galang, Senin (8/1) sekitar pukul 15.00 WIB.

Iklan

Kecelakaan kerja yang merenggut korban nyawa itu disaksikan oleh Mustofa, rekan kerja korban yang sama-sama berada di lokasi kejadian. Namun demikian Mostafa tak mampu berbuat banyak sebab lokasi kecelakaan itu cukup curam. Mustafa hanya bisa mencari bantuan dengan memanggil warga lain di sekitarnya. Saat dievakuasi dari lokasi alat berat yang jatuh ke dalam jurang, Wolter sudah dalam kondisi sekarat dengan luka robek di bagian dahi.

“Dia terjepit oleh alat berat itu. Saat digotong warga memang sudah sekarat,” ujar Kapolsek Galang AKP Eri Sujati, Selasa (9/2).

Wolter sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam namun nyawanya tak tertolong. Pendarahan hebat dari dahi yang terluka menjadi penyebab kematiannya.

Dijelaskan Eri, sebelum kejadian, korban sedang meratakan lahan pertanian di lokasi kejadian. Lahan tersebut milik perorangan dan korban adalah hanya seorang pekerja harian lepas sebagai oparator alat berat. Saat meratakan lahan pertanian itu, alat berat yang dikemudikan korban terpeleset dan jatuh ke dalam jurang. Korban terjepit alat berat tersebut.

“Jadi ini murni laka kerja dan jenazah korban sudah diserahkan ke pihak keluarga,” ujar Eri.

Wolter yang merupakan warga Kaveling Kamboja, Sagulung meninggalkan seorang isteri dan empat orang anak. Saat menyambangi jenazah Wolter yang disemayangkan di kamar jenazah RSUD, isteri dan empat anaknya menangis histeris. Mereka seperti tak percaya dengan kenyataan pahit itu.

“Bangun ayah. Bangun. Kami masih membutuhkan ayah. Jangan tinggalkn kami yah,” tariak putera kedua Wolter di depan jenazah sang ayah.

Anggota keluarg lain yang juga mendatangi lokasi kamar jenazah, tampak kewalahan menenangkan tangis pilu isteri dan empat anak korban.

“Yang sabar ya ito, ini sudah takdir. Kita doakan saja semoga abang tenang di sana,” ujar Solo Situmorang, seorang warga. (eja)