Iklan
Gubernur Kepri Nurdin Basirun memberikan ceramah saat safari di Masjid As-Syifa Batu 10 Tanjungpinang, Selasa (9/1). F. Humas Pemprov untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun menyarankan kepada umat Islam untuk menjadikan ibadah salat lima waktu sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban. Dengan menjadikan kebutuhan, salat akan menjadi obat hati. Ketentraman hati selalu didapat dalam menjalankan kehidupan dunia dan nantinya menjadi bekal kematian menuju alam akhirat.

“Kalau sudah mengamalkan salat hati rasa tenang tentram, kita senantiasa dijauhkan dari penyakit wahen yaitu penyakit hati yang senantiasa membawa kebimbangan akan rasa kecintaan keduniaan namun takut akan kematian,” kata Nurdin dalam rangkaian Safari Subuh di Masjid As-Syifa Kilometer 15 Tanjungpinang, Selasa (9/1).

Menurut Nurdin sudah sering disebutkan bahwa salat merupakan tiang agama. Tiang-tiang inilah yang sebaiknya dijadikan kebutuhan untuk terus dipenuhi, apalagi dengan berjamaah. Banyak manfaat yang didapat dengan aktivitas yang dijadikan kebutuhan itu.
“Agama kita kuat dan hebat tentunya dari amalan salat kita semua,” kata Nurdin.

Nurdin menambahkan, banyak manfaat yang didapat dari sekadar pahala. Berangkat dari rumah ke masjid dengan berjalan kaki menjadikannya aktivitas olahraga. Yang hendak menunaikan salat subuh bangun pagi, mandi pagi juga sangat menyehatkan. Jumpa jamaah lainnya saling silaturahim.

Dalam kesempatan itu, Nurdin juga berdialog dengan jamaah masjid. Mereka membahas beberapa hal termasuk perawatan di masjid tersebut. Pengurus masjid menyampaikan beberapa keinginan kepada Nurdin diantaranya perawatan pengecatan Masjid, perbaikan sarana masjid mulai dari toilet, pavling blok halaman dan usulan insentif untuk ustaz-ustaz yang mengajar di TPQ.

“Insya Allah pemerintah provinsi akan segera menindak lanjuti apa yang telah jamaah sampaikan. Untuk insentif para pengajar TPQ nanti segera Pak Sekda komunikasikan untuk ditindaklanjuti” kata Nurdin.

Tampak hadir pada kesempatan itu Sekdaprov H TS Arif Fadillah, Assisten Administrasi Umum Muhammad Hasbi. (hsl)