Iklan
Eks Pasar Puakang yang kini masih terbengkalai. F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Sudah empat tahun, lahan pasar baru Puakang terbiarkan. Dan memasuki dua tahun berjalan kepemimpinan Kabupaten Karimun di bawah Aunur Rafiq dan Anwar Hasyim, realiasi peruntukan eks pasar Puakang hanya wacana belaka. Hal ini, sering dipertanyakan oleh para pedagang pasar seken maupun masyarakat Karimun yang sering melintasi wilayah tersebut.

Iklan

“Semua hanya wacana belakalah. Sebentar akan dibikin pusat pertokoan, kemudian taman hijau dan sebagainya. Satupun, tidak ada realisasinya,” tanya Kamlis, salah satu tokoh masyarakat Sungai Lakam Barat, kemarin (9/1).

Apabila pemerintah daerah serius memanfaatkan lokasi tersebut, kata Kamlis, pasti ada tahapannya. Misalnya dibuat dulu pondasi maupun perencanaan dan sebagainya. Artinya, lokasi itu benar-benar jelas peruntukannya bukan hanya angan-agan yang terus diberitakan ke publik.

“Saya juga mempertanyakan, apa dukungan dari legislatif DPRD Karimun untuk pembangunan daerah perkotaan salah satunya eks Pasar Puakang itu,” ungkapnya.

Mengingat sudah sekian lama lahan tersebut terbengkalai, sehingga terkesan kumuh dengan tumbuhnya ilalang yang cukup tinggi. Belum lagi bekas-bekas bangunan yang tidak diratakan, menambah pemandangan tidak nyaman bagi para pengendara ketika melintasi daerah itu.

“Anda bisa lihat sendiri, akses ke sini dari berbagai daerah bisa dilewati. Katanya, Karimun bersih tapi masih ada pusat kota terlihat jelas kumuh,” katanya.

Sementara itu anggota Fraksi dari PAN DPRD Karimun Anwar Abubakar ketika dimintai tanggapannya mengungkapkan, seharusnya sudah ada perencanaan pembangunan untuk daerah eks pasar Puakang dari Pemerintah. Yang sebenarnya, tidak sulit untuk memanfaatkan lahan tersebut dalam kegiatan ekonomi masyarakat.

Bisa saja, dibikin pusat home industri yang ada di Karimun. Sehingga, para pelaku usaha ekonomi mikro bisa menitipkan barang dagangannya di satu tempat secara glosir. Artinya, benar-benar terpusat disatu tempat yang bisa didistribusikan ke berbagai wilayah luar Karimun melalui penjualan secara online.

“Kalau untuk ruang hijau tidak cocoklah. Yang jelas dulu sebagai tempat pasar, tinggal bagaimana mendesain lokasi itu menjadi menarik. Tapi fungsinya tetap sebagai tempat transaksi ekonomi kerakyatan,” tegasnya. (tri)