batampos.co.id – Panglima Komando Armada (Pangarmabar) RI Kawasan Barat, Laksamana Muda TNI Aan Kurnia menyampaikan pentingnya empat ide inti dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Menurutnya dalam gagasan tersebut terdapat empat poin penting yang menjadi acuan dalam memajukan poros maritim di Indonesia.

Iklan

Diantaranya, pembentukan pusat informasi maritim Indonesia, pembangunan sistem sensor dasar laut dengan teknologi Coastal Acoustic Tomography (CAT) dengan konsep operasi Seabed Sonar. Pembangunan Alur Pelayaran Tol Laut (APTL) dengan tujuan meningkatkan Maritime Domain Awareness (MDA) serta pemanfaatan Strategi AS (Rebalancing Strategy) untuk meningkatkan pembangunan di bidang ekonomi dan pertahanan.

“Gagasan tersebut juga termuat dalam buku “Facing Global Maritime Fulcrum Between Threats And Opportunies,” ujarnya saat memberikan kuliah umum dengan tema “Peran Teknologi Dalam Kedaulatan Maritim Indonesia” kepada mahasiswa UMRAH dan perwakilan siswa-siswi SMA se-Kabupaten Bintan di Auditorium Gedung UMRAH, Tanjungpinang, Senin (8/1).

Ia menjelaskan, gagasan dan pemikiran tersebut awalnya muncul karena tertantang setelah melihat begitu kompleksnya permasalahan di wilayah perairan Indonesia, khususnya di perairan wilayah Barat.

“Begitu banyak ancaman dan tantangan, serta peluang yang seharusnya dapat dimanfaatkan dari aspek maritim demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju,” ungkapnya.

Aan berharap mudah-mudahan materi tersebut dapat dijadikan sebagai sumber referensi sekaligus inspirasi bagi para generasi muda, khususnya mahasiswa. guna mewujudkan

Indonesia sebagai poros maritim dunia dan mewujudkan kedaulatan Maritim dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan yang di dapat selama melaksanakan pendidikan.

Kuliah umum yang berlangsung sejak pagi tersebut, dilanjutnya dengan diskusi dan tanya jawab serta penyerahan sertifikat dan cinderamata dari pihak UMRAH kepada Pangarmabar dan ditutup dengan sesi foto bersama. (cr20)