Iklan

batampos.co.id – Penculikan anak kembali marak terjadi di Kota Batam. Kondisi ini menjadi perhatian khusus pemerintah daerah.

Iklan

Sekretaris Komisi IV, Udin P Sihaloho menegaskan perlu ada penambahan petugas keamanan yang berjaga di lingkungan sekolah. Begitu juga dengan menghidupkan kembali sistem keamanan keliling. Disisi lain, peraturan daerah mengenai CCTV perlu diaktifkan.

“Harus jadi perhatian khusus. Kita prihatin dengan cukup banyak kasus penculikan anak belakangan ini,” kata Udin, Rabu (10/1).

Selain itu masyarakat diminta berpartisipasi dan berperan aktif untuk membantu pengawasan terhadap pelaku penculikan anak. Jika masyarakat melihat gelagat yang mencurigakan dari seseorang yang tidak dikenal, bisa segera melaporkan kepada petugas keamanan.

“Semua pihak harus berperan dan proaktif agar kasus-kasus seperti ini tidak lagi,” terang Udin.

Terkait perda CCTv sendiri, ia mengakui sudah ada di Batam. Hanya saja perda tersebut penerapannya dirasa belum maksimal.

Ia memberikan contoh Kota Makasar. Dimana pemerintah disana bisa menempatkan titik-titik CCTV dibeberapa lokasi yang bisa di kontrol dan di pantau dari ruang PTSP. Sehingga ketika terjadi tindakan kriminal bisa terpantau dan diakses dari ruang PTSP.

“Jadi ada sejenis ruang Infokom. Kita sebenarnya sudah ada tapi masih terbatas jumlah CCTv nya,” kata Udin.

Ia menambahkan, jika Batam sudah dikelilingi kamerana CCTv tentu tindak kejahatan akan berkurang. Mereka yang ingin berbuat kejahatan akan berpikir dua kali, mengingat aksi tindak kejahatan mereka sudah dibatasi oleh kamera pemantau tersebut.

“Ke depan harapan kita semua titik lokasi dilengkapi CCTV,” jelasnya. (rng)