Wisatawan asing saat mengunjungi Tanjungpinang. Foto: Yusnadi/batampos

batampos.co.id – Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar mengatakan sepanjang tahun 2017, Provinsi Kepri membukukan devisa dari sektor pariwisata senilai Rp 4,8 triliun. Jumlah tersebut disumbangkan oleh kehadiran Wisatawan Mancanegara (Wisman) dan Wisatawan Nusantara (Wisnus).

“Untuk tahun 2017 diasumsikan angka kunjungan wisman mencapai 2,1 juta. Dengan nilai perkalian minimal Rp 1,5 juta perorang. Secara global lebih kurang Rp 3,1 triliun,” ujar Buralimar, Rabu (10/1) di Tanjungpinang.

Dijelaskannya, asumsi lainnya dilihat dari angka kunjungan wisnus di Kepri yang mencapai pada angka 3,5 juta. Menurutnya, jika wisnus menggunakan uang minimal Rp 500 ribu, maka akan menyumbangkan devisi lebih kurag Rp 1,7 triliun.

“Sehingga jika kita kalkulasikan secara umum, baik itu wisman dan wisnus devisa dari sektor pariwisata di Kepri pada tahun 2017 sebesar Rp 4,8 triliun,” jelasnya.

Masih kata Buralimar, jika dibandingkan dengan capaian 2016 lalu, ada grafik yang menanjak. Pasalnya angka kunjungn wisman pada tahun 2016 sebanyak 1.920.232. Dari jumlah tersebut menyumbang devisa sebesar Rp 2,8 triliun. Sementara itu, kunjungan wisnus pada tahun tersebut sebanyak 2.891.123. Yakni dengan menyumbang devisa sebesar Rp 1.4

“Sehingga devisa dari sektor pariwisata di Kepri pada tahun 2016 sebesar Rp 4,3 triliun. Artinya pada tahun ini mengalami peningkatan pendapatan lebih kurang setengah triliun,” jelasnya lagi.

Lebih lanjut katanya, manfaat devisa dari sektor pariwisata itu, dinikmati oleh seluruh kalangan masyarakat di Kepri. Baik itu perhotelan, entertaint, kuliner, fashion, Usaha Menengah Kecil (UMK), transportasi, tukang parkir, dan aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan itu.

“Di tahun 2018 ini, target sudah pasti bertambah. Khusus untuk wisman, target realistis yang ingin dicapai adalah pada angka 2.250.000 wisman,” papar Buralimar.

Ditambahkanya, untuk mencapai target tersebut, ada beberapa kegiatan wisata di Kepri yang masuk dalam kalender iven nasional. Diantaranya adalah Batam Internasional Culture Carnival, Bintan Triathlon, Festival Pulau Penyengat, Festival Bahari Kepri, dan Kenduri Seni Melayu.

“Di luar itu, masih banyak kegiatan wisata yang kita gagas bersama kabupaten/kota. Target kita adalah setiap iven dihadiri oleh wisman dan wisnus,” tutupnya.(jpg)

Respon Anda?

komentar