Heru Pudyo. F. Jailani/Batam Pos.

batampos.co.id – Lewat APBN 2018, Pemerintah Pusat telah memutuskan Alokasi Dana Khusus (DAK) di Provinsi Kepri senilai Rp753 miliar. Alokasi tersebut diperuntukan percepatan pembangunan berbagai infrastruktur di tujuh kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kepri.

“Alokasi DAK 2018 terjadi peningkatkan jika dibandingkan tahun lalu. Jumlah yang kita terima, tentunya mengacu pada rencana pembangunan strategis daerah yang berskala nasional,” ujar Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjen Perbendaharaan Kepri, Heru Pudyo Nugroho, kemarin.

Dijelaskannya, dari jumlah tersebut sebanyak Rp142,29 miliar telah dialokasikan untuk peningkatan fasilitas perhubungan udara. Seperti Bandara Tembelan, Bintan, dan Bandara Letung, Anambas. Kemudian Rp39,25 miliar diplot untuk peningkatan fasilitas pengolahan limbah.

“Peruntukan berikutnya adalah Rp 431,11 miliar peningkatan ketersediaan air bersih. Termasuk kelanjutan pembangunan Bendungan Sei Gong, Batam yang mendapat alokasi Rp 81 miliar,” papar Heru.

Masih kata Heru, lebih kurang Rp169,31 miliar dimantapkan untuk peningkatkan Fasilitas Pelabuhan (Faspel) laut. Diantaranya adalah kelanjutan pembangunan Faspel Pulau Laut Rp 42 miliar. Kemudiana ada juga, Faspel Subi Rp46 miliar.

“Selain di Natuna ada juga di Batam, yakni untuk pembangunan Pelabuhan CPO Kabil, Batam senilai Rp76 miliar,” jelas Heru.

Menurut Heru, dengana adanya alokasi khusus ini, diharapkan bisa menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Pihaknya sudah melakukan beberapa evaluasi atas capain pelaksanaan DAK 2017 lalu. Disebutkannya, perbaikan efektifitas belanja negara berbasis output dan memberikan manfaat  yang optimal (value for money) pada pencapaian sasaran pembangunan, yaitu pengurangan pengangguran dan kemiskinan, peningkatan
pertumbuhan ekonomi, serta perbaikan kualitas pendidikan dan kesehatan

“Perlu efisiensi penggunaan belanja operasional, percepatan penetapan pejabat perbendaharaan, yakni Kuasa Pengguna Anggaran, Pejabat Pembuat Komitmen, Pejabat Penanda tangan Surat Perintah Membayar, dan Bendahara,” jelasnya lagi.

Lebih lanjut paparnya, percepatan dan akurasi penyusunan time frame of budget execution atau kalender kegiatan yang akan dilaksanakan sepanjang tahun oleh setiap satuan kerja. Selain itu adalah percepatan proses pelelangan atau pengadaan barang dan jasa khususnya yang berasal dari belanja barang dan modal.

Ditambahkannya, penyiapan/pemutakhiran kapasitas SDM pengelola keuangan untuk merespons berbagai perkembangan IT dalam pengelolaan keuangan dan perubahan peraturan dalam mekanisme pencairan APBN yang dinamis.

“Kemudian yang terakhir adalah perbaikan tata kelola keuangan, perbaikan monitoring dan evaluasi serta pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan penggunaan anggaran,” tutup Heru.(jpg)

Pembagian APBN 2018 di Kepri

Daerah              DBH Pajak            DBH SDA               DAU                    DAK Fisik
Provinsi Kepri  Rp 225.897.034      Rp 44.738.934    Rp 1.150.516.796   Rp 164.365.682 Natuna            Rp 84.120.654       Rp 45.829.601    Rp 368.413.963      Rp 67.408.251 Anambas          Rp 58.218.704      Rp 31.320.146    Rp 364.336.885      Rp 84.565.158
Karimun           Rp 69.299.481      Rp 18.726.033    Rp 403.184.262      Rp152.331.993
Batam              Rp 147.008.515    Rp 14.386.218    Rp 599.074.016      Rp 80.482.179
Tanjungpinang  Rp 34.396.634      Rp 14.386.218    Rp 457.366.176      Rp 57.918.882
Lingga              Rp 22.988.186      Rp15.407.644     Rp 455.758.203     Rp 77.301.887
Bintan              Rp 31.721.776      Rp 14.386.218    Rp 484.586.669      Rp 9.568.155

Jumlah             Rp 673.650.984    Rp 199.181.012  Rp 4.283.236.970   Rp753.942.187

Sumber: Kanwil Ditjen Perbendaharaan Kepri

Advertisement
loading...