Seorang warga membeli daging ayam di Pasar Baru Tanjunguban, Rabu (10/1). F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Akibat menipisnya pasokan, harga daging ayam potong di Bintan naik Rp 3 ribu per kilogram (kg). Biasanya pedagang menjual Rp 37 ribu per kg, kini dijual Rp 40 ribu per kg nya. “Karena pasokan menipis, pedagang hanya menjual ke pelanggan saja. Jam 7.00 WIB sudah tutup,” kata pedagang bumbu dapur Pasar Baru Tanjunguban, Agus, Rabu (10/1).

Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan Kabupaten Bintan Khairul mengatakan, menipisnya stok ayam di Bintan akibat banyaknya penjualan ayam di Tahun Baru. “Jadi stok ayam di peternak kita sedikit menipis. Hal ini tidak akan berlangsung lama, Februari ini bibit bibit ayam peternak mulai membesar dan siap untuk dipotong,” katanya.

Ia menjelaskan, kebutuhan daging ayam Bintan berkisar 144.706 kg per bulan, sedangkan ketersediaan daging ayam sekitar di bulan desember tahun lalu berkisar 190.270 kg. “Sebenarnya cukup, tapi habis untuk tahun baru,” katanya.

Khairul menyampikan, daging ayam yang dijual berasal dari peternak di Kabupaten Bintan.”Kalau stoknya banyak, kadang memasok ayam hingga ke Batam,” ungkapnya.

Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bintan, Serema Sinta menyampaikan, menipisnya pasokan daging ayam potong terjadi sejak dua hari terakhir. Namun lanjut dia, kenaikan tersebut tak berimbas kepada harga kebutuhan pokok lainnya.

“Harganya masih normal,” katanya saat turun memantau harga di Pasar Barek Motor Kijang dan Pasar Baru Tanjunguban, Rabu (10/1).

Daging sapi beku, lanjutnya, berkisar Rp 80 hingga 90 ribu per kg, daging
sapi segar Rp 130 ribu per kg. Harga beras premium di pasar yang ia pantau berkisar Rp 10 hingga Rp 12 ribu per kg, cabai merah Rp 50 hingga 55 ribu.”Beras, minyak makan dan lainnya juga masih stabil,” ungkapnya lagi.(cr21)

Respon Anda?

komentar