Salah satu rumah warga yang banjir hingga sepinggang orang dewasa, Kamis (11/1). F. Syahid/Batam Pos.

batampos.co.id – Hujan lebat yang mengguyur sebagian besar wilayah Anambas selama kurang lebih 12 jam, membuat banjir terjadi disejumlah kecamatan. Seperti Kecamatan Jemaja dan Jemaja Timur. Mayoritas rumah warga yang ada di dua kecamatan tersebut terendam banjir. Bahkan telah beredar kabar ada satu rumah warga desa Ulumaras Kecamatan Jemaja Timur roboh akibat banjir tersebut.

Pantauan di lapangan, hujan turun mulai dari pukul 03.00 wib dini hari, debit air terus meningkat. Pada pagi hari genangan air masi setinggi mata kaki orang dewasa. Namun karena hujan tak kunjung reda, pada siang harinya debit air disejumlah desa yang ada di kedua kecamatan tersebut sudah ada yang mencapai 50 hingga 90 senti meter.

Karena hujan tak kunjung reda, maka debit air terus bertambah hingga menyebabkan satu rumah di desa Ulumaras kecamatan Jemaja Timur sudah ada rumah yang roboh. “Rumah warga yang terendam banjir sudah tidak terhitung lagi karena banjir terjadi di dua kecamatan, kabar terakhir ada satu rumah warga yang roboh akibat banjir ini,” ungkap salah satu warga Desa Ulumaras Madan, kepada wartawan Kamis (11/1)

Menurutnya, banjir seperti ini terjadi setiap kali turun hujan. Namun katanya, tahun ini menjadi tahun yang paling parah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. “Tahun ini memang sangat parah, biasanya banjir ada tapi tidak separah ini,” ungkapnya lagi.

Lanjutnya, banjir di Jemaja Timur lebih parah dibandingkan dengan yang terjadi di Jemaja, kemungkinan di Jemaja hanya belasan rumah saja tapi kalau di Jemaja Timur sudah mayoritas rumah warga terendam banjir. “Warga ada yang kesulitan memindahkan hewan ternak yang kandangnya terendam banjir,” jelasnya.

Aktivitas warga juga secara otomatis terhenti. Mereka tidak bisa melaksanakan aktivitas sehari-hari. Mereka hanya sibuk menyelamatkan barang-barang rumah tangga dari air.

Sementara itu di RT 1 Muharam kelurahan Letung juga banjir. Sebab lokasinya berada di dataran rendah yang tidak jauh dari aliran sungai Jutai. “Diperkirakan hampir 12 jam yang lalu hujan terus mengguyur kota Letung mulai dari pukul 03.00 WIB hingga sekarang. Warga tidak bisa berbuat banyak, hanya menyelamatkan barang perabot didalam rumah,” kata salah seorang warga Letung Gusdi Munandar, ketika menghubungi wartawan yang rumahnya juga terendam air, Kamis (11/1).

Katanya, bukan rumah warga saja yang ikut terendam, lapangan bola kaki juga ikut tergenang air. “Hujan cukup deras dan lama sehingga debit air terus bertambah sehingga air menjadi melimpah,” ungkapnya lagi.

Warga berharap Pemerintah Daerah (Pemda) Anambas khususnya Kecamatan Jemaja segera dapat melakukan tindakan dan segera memberikan bantuan yang dibutuhkan warga. Dirinya belum bisa memastikan berapa banyak jumlah kerugian yang ditanggung oleh warga akibat musibah ini.

Dirinya dan seluruh warga sangat berharap supaya curah hujan segera reda dan air tidak bertambah terus. Hingga saat ini curah hujan masih lebat dan waktu menunjukan pukul 11.30. “Sekitar belasan rumah warga yang terendam air hujan, dirinya dan warga berharap bantuan segera dilakukan dan hujan cepat reda,” ungkapnya. (sya)

Advertisement
loading...