Petugas Lanal Dabo Singkep membantu menyeberangkan siswa dan guru di Desa Marok Tua, Kecamatan Singkep Barat. F. Wijaya Satria/Batam Pos.

batampos.co.id – Muslim guru SD Negeri 005, Desa Marok Tua, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan operasional perahu karet penyeberangan oleh Lanal Dabo Singkep. Di mana sejak jembatan Desa Marok Tua, Kecamatan Singkep Barat, perahu karet ini diperbantukan.

“Setiap hari, kurang lebih 30 siswa yang harus menyeberang di Sungai Marok Tua yang lebarnya berkisar 200 meter itu,” ujar Muslim, Kamis (11/1) pagi.

Jumlah tersebut belum termasuk guru dan masyarakat. Namun karena keterbatasan armada, tidak dapat mengangkut seluruh masyarakat yang ingin menyeberangi sungai tersebut.

Sejak terputusnya jembatan ini membuat warga kesulitan transportasi. Mereka harus menambah pengeluaran dengan mencarter sampan untuk menyeberang.Muslim menambahkan, biasanya warga di desa itu hanya mengeluarkan uang Rp 15 ribu untuk membeli bahan bakar motor dan bisa sampai ke pusat kota Dabo Singkep. Namun karena terjadinya musibah jembatan putus ini, masyarakat mesti mengeluarkan uang lebih untuk biaya penyeberangan kendaraan mereka.

“Menggunakan pompong carteran untuk menyeberangkan motor saja warga harus mengeluarkan dana sebesar Rp 15 ribu, belum ditambah BBM kendaraan dan lainnya,” kata Muslim. (wsa)

Respon Anda?

komentar