batampos.co.id – Proyek normalisasi drainase sebagai upaya untuk mengatasi persoalan banjir di wilayah Batuaji dan Sagulung belum berjalan maksimal. Masih banyak drainase yang bermasalah sehingga pemukiman jalan dan jalan raya terus terendam banjir sampai saat ini. Warga berharap agar proyek tersebut dirampungkan di tahun 2018 ini.

Tahun 2017 lalu, Pemko Batam melalui Dinas Bina Marga telah mengeruk sejumlah titik drainase induk yang ada di dua wilayah padat penduduk itu. Namun pengerukan itu belum disertai dengan seminisasi ataupun pemasangan batu miring. Saat ini titik-tidik drainase yang sudah dikeruk itu kembali bermasalah sebab kembali tertutup tanah ataupun sampah. Drainase kembali tak berfungsi normal dan imbasnya jalan dan pemukiman warga masih terendam banjir.

Ini yang terjadi di jalan Marina City, Tanjunguncang. Setiap kali hujan jalan tersebut tak luput dari genangan banjir. Itu karena sistem drainase di sepanjang jalan tersebut belum tertata dengan baik. Kondisi ini diperparah dengan badan jalan yang lebih rendah dari lahan di sekitarnya sehingga air dengan mudah menggenani badan jalan.

“Padahal sudah baru dibangun gorong-gorong dan peninggian jalan tapi tetap saja banjir. Tak ada perbuhan sama sekali,” ujar Zulkarnaen, warga Marina City, Kemarin.

Keluhan yang sama juga disampaikan warga di belakang kawasan Mitra Mall, kelurahan Buliang, Batuaji. Sekalipun drainase induk di kawasan tersebut telah dikeruk dan dilebarkan namun persoalan banjir masih belum diatasi dengan baik. Itu karena drainase induk atau premier tersebut belum disemenisasi. Lambat laun drainase kembali tertutup tanah ataupun material sampah lainnya.

“Kemarin katanya juga mau dijadikan bendungan (drainase induk depan perumahan Sierra), tapi sampai saat ini belum ditindak lanjut. Batumiring ataupun semenisasi belum juga,” kata Handoko, warga perumahan Sierra.

Jika itu dibiarkan maka kata Handoko, persoalan banjir tetap tidak bisa diatasi. Air yang mengalir melalui drainase itu tetap akan menggenangi pemukiman warga di sana.

“Ini harus secepatnya disemenisasi atau batu miring. Ini rawa-rawa jadi mudah tertutup kembali,” ujarnya.

Alat berat membuat drainase untuk mencegah banjir di Jalan Marian City, Tanjunguncang, Batuaji, Kamis (11/1/2018). Jalan ini sering banjir dan tergenang bila hujan datang. F. Dalil Harahap/Batam Pos

Menanggapi itu pihak Pemko Batam mengaku, upaya mengatasi persoalan banjir masih terus dilanjutkan di tahun 2018 ini. Kabag Humas Pemko Batam Yudi Atmadji mengatakan, khusus untuk wilayah Batuaji dan Sagulung tahun ini memang ada rencana untuk merampung proyek normalisasi drainase yang bermasalah itu dengan melakukan semenisasi ataupun pemasangan batu miring di lokasi drainase yang sudah dikeruk.

“Tetap dilanjutkan. Tahun ini total ada 11 titik drainase yang akan dirampungkan,” ujarnya.

Dari 11 titik tersebut sambung Yudi, dua titik diantaranya; di wilayah Sagulung yakni di kelurahan Seilekop dan Seilangkai berupa semenisasi dan pemasangan Batumiring. Untuk proyek tersebut Pemko Batam menggandeng kerja sama dengan satuan Kerja Balai Wilayah Sungai (BWS).

“Satu lagi di Marina, itu baru pengerukan awal. Program (normalisasi drainase) ini tetap dilanjutkan secara bertahap tiap tahun,” kata Yudi.

Proyek-proyek lanjutan normalisasi drainase itu terang Yudi, fokus untuk drainase utama atau primer. Sementara drainase perumahan atau lingkungan (sekunder) juga akan diatasi namun menggunakan anggaran Percepatan Infrastruktur Kelurahan (PIK) yang dianggarkan Rp 1,1 miiar setiap tahun untuk satu kelurahan. “Untuk mendukung proyek-proyek tersebut tahun ini kami juga tambah tiga alat berat. Jadi Pemko terus berupaya untuk mengatasi persoalan banjir ini,” tutur Yudi. (eja)

Advertisement
loading...