Sejumlah kerabat dan keluarga korban kecelakaan menunggu di depan ruang IGD RSUD Kepri, Kamis (11/1). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Dokter spesialis Emergency RSUD Provinsi Kepri, dr. H. A. Yusmanedi menyebutkan penyebab meninggalnya Ibnu Farhan diduga karena pendarahan hebat yang terjadi di bagian kepala, sehingga mengakibatkan nyawanya tidak tertolong.

“Kita curiga meninggalnya akibat pendarahan di kepala. Karena di bagian kepala sampai mata kiri terdapat luka besar, dengan pendarahan yang hebat, sehingga tak sempat ditolong dan meninggal dunia sebelum sampai disini (RSUD, red),” jelas Yusmanedi, di RSUD Provinsi Kepri, Kamis (11/1).

Sementara itu, lanjutnya untuk kondisi dua korban lainnya, yakni Iwan, serta Yuzet yang merupakan Kepala Dinas Pajak dan Retribusi Daerah Pemkab Bintan, masih dirawat intensif diruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Provinsi Kepri.

“Kondisi parah juga dialami Iwan. Ia masih kritis, dengan luka patah tulang dibagian paha, dan retak tulang dibagian kepala. Sedangkan Yuzet hanya mengalami luka ringan dibagian kepala,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya masih menunggu kondisi Iwan perlahan stabil, agar bisa dilakukan pemeriksaan melalui CT Scan.

“Direncanakan setelah kondisinya stabil kita akan pindahkan ke Rumah Sakit AL, karena alat CT Scan yang kami miliki lagi perbaikan,” ungkapnya.

Kondisi yang sama juga terjadi di Rumah Sakit Angkatan Laut (Rumkital) Tanjungpinang, dimana Daeng Muhamad Yatir, dan rekannya Edi masih menjalani perawatan intensif diruangan IGD.

“Abang (Yatir, red) masih dirawat di dalam. Bagian Pelipis matanya masih di jahit oleh tim medis,” ungkap Misdar, adik kandung Ketua Komisi I DPRD Bintan tersebut.

Tak hanya pelipis mata, lanjutnya kaki dan tangannya juga mengalami luka lecet.

“Siap dijahit, rencananya bagian dada juga mau diperiksa karena mengalami memar akibat benturan,” sebutnya.

Sementara itu, kondisi Edi juga memprihatinkan dengan luka dibagian lutut kaki, dimana tempurungnya telah bergeser.

“Kondisi korban satunya lagi lumayan parah. Kakinya itu yang bermasalah. Kemungkinan penyembuhannya akan memakan waktu yang lama,” tuturnya.

Ia mengaku terkejut mengetahui abangnya tersebut, menjadi korban kecelakaan yang melibatkan satu orang meninggal dunia.

“Saya tak sangka kejadian ini bisa terjadi. Setahu saya abang itu satu rombongan mobil dengan Edi, yang di sopiri oleh Iwan. Tapi yang parah Iwan, karena sempat terjepit mobil,” ungkapnya.

Ia berharap mudah-mudahan semua korban kecelakaan yang kini lagi dirawat bisa segera sembuh.

“Doakan ya semoga abang saya dan yang lainnya bisa cepat sembuh,” imbuhnya.

Pantauan Batam Pos, terlihat Rumkital dan RSUD Provinsi terus didatangi keluarga koban yang melihat kondisi terkini dari kesehatan korban. (cr20)

Respon Anda?

komentar