Hardi S Hood memberikan materi seminar kebangsaan, Kamis (11/1). F. Ichwanul/Batam Pos.

batampos.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Karimun, HM Firmansyah membuka Seminar Kebangsaan, Kamis (11/1) di gedung Nilam Sari. Hadir sebagai narasumber anggota Dewan Perkwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Hardi Selamat Hood.
Mengambil tema Menuju Generasi Emas 2045, Firmansyah mengaku ada tiga landasan yang harus dipenuhi. Yakni, perkuat kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.

“Ketiga kecerdasan ini sangat penting sekali untuk dikuasai bagi generasi penerus bangsa. Tanpa tiga kecerdasan tersebut, mustahil akan tercapai generasi emas bagi bangsa Indonesia,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Hardi S Hood. Dikatakan, pemerintah saat ini tengah berkonsentrasi untuk mempersiapkan generasi emas tahun 2045 mendatang. Atau tepatnya, memasuki perayaan 100 tahun Indonesia merdeka.

Mengapa harus 2045? Karena diperkirakan, jumlah pemuda Indonesia sebagai generasi emas jumlahnya mencapai 70 sampai 100 juta jiwa. Dan mereka adalah generasi utama yang mampu menjulang tinggi dibanding generasi sebelumnya.

“Meski menjadi negara besar, tapi hanya jumlahnya saja. Artinya, kekuatan karakter, cerdas, dan kompetitif generasi mudanya tidak ada. Oleh karena itu, kita harus membangun generasi emas tadi dengan memperkuat karakter yang mempunyai jati diri memiliki kebangsaan yang kuat, dan adab sopan santun,” tutur Hardi.

Penguatan karakter generasi emas, lanjut Hardi, dimulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Artinya, proses pendidikan untuk mengembangkan nilai, sikap, dan perilaku yang memancarkan akhlak mulia atau budi pekerti luhur dimulai dari anak usia dini.
“Sekarang penguatan guru-guru PAUD, TK, dan SD, sudah digalakan untuk mempersiapkan generasi emas. Karena di tangan mereka (guru PAUD, TK, dan SD, red) dengan membentuk karakter bangsa sehingga mampu menjadi generasi emas,” tegas senator asal Tanjungbatu Kundur ini.

Hardi dengan tegas menyebutkan, pendidikan karakter, terutama tentang adab, dan akhlak, sudah lama diterapkan di negara-negara maju. Sehingga tidak heran jika negara-negara maju dengan cepat menguasai dunia diberbagai peluang. “Tidak hanya kecerdasan, tetapi generasi muda di negara-negara maju juga diimbangi dengan karakter yang kuat. Hal inilah yang membuat negara-negara maju dengan cepat menguasai dunia,” tutur Hardi.

Melihat keberhasilan tersebut, mendorong pemerintah segera mencanangkan penguatan karakter generasi muda. Harapannya jika anak yang dimaksud telah beranjak dewasa, merekalah yang akan memimpin negeri ini. Tentunya dengan mengutamakan pendidikan etika dan adab. “Pertahankan kearifan lokal. Kita harus beradat dan beradab. Sehingga ilmu-ilmu dari luar bisa dikalahkan dengan kebudayaan kita,” ungkap Hardi.

Mewujudkan generasi emas Indonesia 2045, secara sederhananya harus diproklamirkan, kampayekan, dan melakukan aktifitas kegiatannya. Dan saat ini telah didirikan Yayasan 2045 yang mewujudkan kegiatan gerakan emas Indonesia 2045. (enl)

Advertisement
loading...