KRI Lepu melakukan patroli di perbatasan Batumapar, Batam – Singapura. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Wilayah Periaran Batam masih cukup rawan dengan aktivitas ilegal. Penyelundupan barang illegal dan barang terlarang masih marak terjadi. Perlu peran aktif semua pihak untuk mencegah aktifitas yang merugikan masyarakat dan negara itu.

Iklan

TNI AL salah satu institusi negara juga bertanggung jawab untuk mengawasi aktivitas illegal tersebut. Kolonel Laut (E) Iwan Setiawan yang baru menjabat sebagai Danlanal Batam menekan salah satu program kerja Lanal Batam dibawa kepemimpinanya adalah mengawasi aktifitas ilegal di wilayah periaran Batam. Dia bertekad akan memerangi aktifitas illegal di wilayah periaran Batam secara serius kedepannya.

“Sebenarnya itu salah satu tugas dan fungsi kami. Kedepannya ya kami akan bekerja lebih maksimal lagi. Selain menjaga keamanan negara, kami juga akan fokus mengawasi aktifitas di periaran di wilayah kerja kami agar kegiatan-kegiatan illegal bisa ditekan,” ujar Iwan saat berlayar di wilayah Tanjunguncang, Batuaji, Kamis (11/1).

Untuk mensukseskan program kerja tersebut pihaknya kata Iwan, sudah menyusun strategis yang apik untuk mencegah ataupun mendeteksi kegiatan illegal di wilayah periaran Batam. Salah satunya adalah memperkuat tim intelejen untuk memperoleh informasi yang akurat terkait rencana ataupun aktifitas illegal tersebut.

“Pasti itu. Bagaimanapun pelaku penyelundupan apalagi narkoba misalkan, pasti sangat teratur. Mereka tahu kalau ketangkap dihukum mati jadi mereka pasti mati-matian menyusun strategis yang aman agar terhindar dari petugas,” ujarnya.

Selain itu sambung Iwan, pihaknya juga akan rutin mengawasi aktifitas kapal pengankut peti kemas ataupun barang lain yang masuk ke wilayah perairan Batam. Setiap kapal yang mencurigakan akan langsung diperiksa.

“Seperti biasa, kalau ada yang mencurigakan, kita periksa manifestnya. Kalau tak cocok dengan barang muatan tentu akan ditindak lanjuti. Bila perlu bongkar cek di tengah laut,” tuturnya.

Upaya ini dilakukan murni untuk menjaga keamanan dan daulatan negara serta kesejahteraan masyarakat Batam dan Indonesia pada umumnya.

Tekad dari pihak TNI AL itu disambut baik oleh nelayan dan masyarakat pulau yang ada di wilayah Tanjunguncang. Mereka berharap agar pihak TNI AL benar-benar serius mengatasi persoalan itu. Bagaimanapun aktifitas illegal di wilayah periaran Batam masih cukup marak hingga saat ini. Kapal cepat atau speedboat gelap masih rutin hilir mudik di sekitar periaran Tanjunguncang dan sekitarnya.

“Dampaknya itu tidak ada yang baik Pak. Kalau berlayar malam kami (nelayan) sering kuatir ditabrak oleh kapal-kapal gelap itu. Mereka ngebut-ngebut karena takut ditangkap petugas,” ujar Muhajir, seorang nelayan di Tanjunguncang. (eja)