Dari kiri, Rio Onasis, Guntoro dan Darmansyah, beberapa waktu lalu. F.Jailani/Batam Pos.

batampos.co.id – Belum dilantik, Direksi Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Pelabuhan Kepri (PK) yang baru saja terpilih sudah terlihat kurang harmonis. Terkesan ada arogansi Direksi terpilih, yakni enggan untuk bekerjasama antara satu dengan yang lain.

Iklan

Berdasarkan hasil tes uji kelayakan dan kepatuhan calon Direktur BUP PT.Pelabuhan Kepri Dua direksi terpilih, Guntoro dan Rio Onasis merasa kecewa dengan sikap calon Direktur PT. Pelabuhan Kepri yang baru, Darmansyah.

“Kita berusaha untuk menerima hasil seleksi yang memutuskan Darmansyah dengan nilai tertinggi. Tetapi, kita sangat tidak sepakat dengan sikap arogansinya. Karena jika ia dilantik menjadi Direktur, tidak sudi untuk bekerjasama dengan kami,” ujar Guntoro didampingi Rio Onasis usai menyampaikan kekesalannya kepada Gubernur Kepri, Nurdin Basirun di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Jumat (12/1)

Menurut Guntoro, setelah keluarnya Surat Keputusan (SK) Panitia Seleksi (Pansel) ia langsung coba berkomunikasi dengan saudara Rahmansyah. Yakni untuk bertanya pada posisi apa ia akan ditempat. Karena latar belakangannya adalah orang perbankan, ia berharap sesuai dengan kapasitasnya. Disebutkannya, bukan jawaban positif yang ia terima. Tetapi Darmansyah tidak akan bekerjasama dengan dirinya maupun Rio Onasis.

“Mendengarkan perkataan ini, semua nomor kontaknya sudah saya hapus. Karena hasil keputusan Pansel yang menetapkan tiga nama terpilih adalah harus bekerjasama untuk menjalankan roda BUP,” papar Guntoro yang merupakan akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan Tanjungpinang tersebut.

Hal senada juga disampaikan Rio Onasis, menurutnya jika tidak bisa saling bekerjasama bagaimana satu perusahaan bisa maju. Meskipun ada keraguan dengan hasil seleksi, ia tidak terlalu mempersoalkan hal itu. Karena niatnya untuk ikut bursi Direksi BUP Kepri adalah ingin memberikan yang terbaik. Karena tidak dinafikan, baik dirinya maupun Guntoro sudah sama-sama berbuat untuk mendukung Gubernur pada Pilgub lalu.

“Jelas kami tidak terima dengan sikap oragansi saudara Darmansyah. Untuk apa kita dipilih, jika tidak bisa bekerjasama. Kami terima pada jabatan lain selain Direktur Utama,” papar Rio.

Dikatakannya, dari pembicaraan mereka dengan Gubernur Nurdin, terkait persoalan ini akan ada pertimbangan yang sedang dilakukannya. Menurut Rio, keputusan final untuk menentukan siapa yang akan menjadi Direktur berada di tangan Gubernur. Disinggung apakah Darmansyah adalah orang kepercayaanya Huzrin Hood, sehingga mendapatkan tempat khusus.

“Kalau masalah itu, kita no komenlah. Yang jelas background kita semua adalah pelaut. Kalau ingin lebih fair, boleh diadu. Siapa punya kapasitas yang lebih,” tegas Rio dengan nada kesal.

Capten Darmasyah akan menggantikan Huzrin Hood sebagai Direktur Utama (Dirut) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Pelabuhan Kepri. Setelah sebelumnya dalam uji kelayakan dan kepatutan atau Fit And Proper Test menyingkirkan dua kandidat lainnya.

Seperti diketahui, berdasarkan hasil uji kelayakan dan kepatutan calon Direktur BUP PT. Pelabuhan Kepri dimana Capt. Darmansyah meraih nilai tertinggi 15 point, sedangkan kandidat lainnya yakni Capt. Rio Onasis dan Windarso Dwi Guntoro meraih nilai 14 point. Pengumuman kelulusan calon Dirut PT. Pelabuhan Kepri ini dikeluarkan pada tanggal 4 Januari 2018 lalu, surat keputusan sendiri ditandatangani oleh Sekretaris Tim Uji Kelayakan dan Kepatutan calon Direktur BUMB PT. pelabihan Kepri Syamsul Bahrum yang juga sebagai Asisten II Bidang Pembangunan Pemprov Kepri.(jpg)