batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyampaikan Kementrian Perdagangan RI siap membantu biaya pembangunan Pasar Induk Jodoh. Tahap awal, Kemendag baru menyanggupi dana sekitar Rp 7 miliar dari total yang diajukan Pemerintah Kota Batam sebesar Rp 100 miliar. Total anggaran yang diminta Pemko Batam tersebut juga dinilai cukup besar.

“Banyak amat (Rp 100 miliar) kata mereka (Kemendag). Kan mau bagus pak saya (Wali Kota) bilang. Mereka tak bisa, awalnya hanya sekian dulu,” kata Rudi di Kantor Wali Kota, Jumat (11/1). Kutipan tersebut merupakan percakapan Rudi dengan pihak Kemendag beberapa waktu lalu.

Menurut Rudi, Kemendag akan membantu lebih banyak lagi setelah Pemko Batam memulai pembangunan pasar dengan dana awal Rp 7 miliar yang kelak akan diberikan, selain Rp 7 miliar dari Kemendag, Pemko Batam diharapkan juga menganggarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Batam.

“Setelah itu akan dibantu banyak, sehingga dapat dibangun seperti Pasar Klewer itu. Dari APBD belum bisa kita anggarkan, aset itu belum resmi milik kita,” tambah Rudi.

Untuk diketahui, konsep pembangunan Pasar Induk Jodoh mengikuti Pasar Klewer Solo, Jawa Tengah. Menurut Rudi, rencana pengembangan Pasar induk Jodoh sdauh dipaparkan kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam Zarefriadi.

“Februari awal mungkin sudah ada gambarannya (Detail Engineering Design). Anggaran DED dari APBD, tidak termasuk bantuan Kemendag Rp 7 miliar itu,” ungkap dia.

Rudi berharap, pasar yang berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektar ini diharapkan akan mampu menampung sekitar 2.100 hingga 2.200 pedagang. Target daya tampung ini sengaja dibuat lebih banyak dari data Pedagang Kaki Lima (PKL) yang akan direlokasi sebanyak 1.800 pedagang.

“Yang 1.800 itu data awal, dugaan saya nanti akan membengkak. Makanya kami perkirakan sekitar 2.200 daya tampungnya,” ujarnya.

Dengan jumlah pedagang yang banyak tersebut, mantan anggota DPRD Batam ini menyebutkan pasar akan dibangun bertingkat hingga lima lantai, dengan pasar bawah pada lantai yang paling bawah.

“Intinya supaya PKL Nagoya, Jodoh dan semuanya dapat tertampung,” katanya.

Kondisi Pasar Induk terlihat memprihatinkan, Minggu (7/1).Pemko Batam memnita BP Batam bisa segera mengeluarkan surat pinjam pakai pasar tersebut. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Tak hanya konsep bangunan utama yang jadi perhatian. Ia mengatakan, parkir hingga sistem pembuangan limbah akan diatur sedemikian rupa agar tidak bau. “Sirkuliasi limbah harus lancar, kalau tidak pasarnya nanti akan bau,” ucapnya.

Sebelum perombakan, karena hingga kini masih menunggu keputusan penyerahan aset dari kementrian Keuangan (Kemenkeu) RI pihaknya tengah menunggu Surat Pinjam Pakai dari Badan Pengusahaan (BP) Batam. Surat ini diperlukan agar Pemko Batam dapat mulai membersihakn pasar tersebut.

“Suratnya belum keluar, kita tunggu dulu. Surat itu keluar bisa dua minggu maupun dua bulan, ya biasalah itulah adanya,” tambahnya.

Ditanya berapa anggaran yang akan dipersiapkan Pemko Batam untuk membersihkan pasar tersebut usai dapat surat dari BP Batam, Rudi mengaku akan mengusahakan dana lain, termasuk membuka kesempatan Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan yang ingin terlibat.

“Kalau ada CSR boleh, sekarang kan saya banyak libatkan CSR (dalam pembangunan), contoh taman. Semuan potensi (pendanaan) harus kita manfaatkan semua,” pungkasnya. (adi)

Respon Anda?

komentar