ilustrasi

Mata Karin, 30, masih terlihat bengkak dan merah karena kebanyakan menangis. Beberapa kali dia mengusap air matanya yang membasahi pipinya sambil duduk di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya, Jumat (12/1).

Seorang perempuan paruh baya yang duduk di sampingnya berusaha menenangkan dia dengan mengelus-elus pundaknya. Warga Tenggilis Mejoyo ini sedih, sebab dia baru saja menjalani sidang pertama perceraiannya.

Saat sidang, Karin bersikukuh meneruskan gugatannya, meskipun hakim menyarankan untuk berunding lagi. Rumah tangga pasangan ini retak karena Donwori, 42, ketahuan ada main dengan kekasih barunya.

“Kalau perempuan cantik aku sih masih terima. Ini kok laki-laki brondong,” ucap Karin sambil terisak menangis.

Karin merasa tertipu habis-habisan, selama dua tahun menikah. Dia baru tahu suaminya juga suka dengan laki-laki alias suaminya ketegori homo. Suaminya kerap bercinta dengan lelaki yang usianya lebih muda.

“Aku benar-benar ketipu luar dalam,” tambah perempuan berambut sebahu ini.

Karyawati sebuah perusahaan ekspedisi ini mengetahui jika Donwori “AC – DC” (penyuka perempuan dan laki laki, Red) secara tidak sengaja. Sekitar sebulan yang lalu Karin membuka komputer di rumahnya untuk mengerjakan tugas kantor yang belum terselesaikan.

Namun betapa kagetnya saat Karin membuka akun Facebook miliknya yang sudah setahun tidak aktif. Begitu membuka halaman media sosial ini, akun pribadi Donwori langsung muncul.

“Satu per satu saya perhatikan teman-temannya. Lah kok laki semua, muda dan ganteng ganteng. Saya curiga. Begitu saya buka riwayat chatt-nya ada obrolan ngeres. Hatiku hancur,” ungkap wanita yang belum diberi momongan ini.

Beberapa hari kemudian, perempuan berkulit kuning langsat ini mengambil ponsel milik suaminya secara diam-diam untuk memperkuat bukti. Benar juga dugaanya. Di ponsel suaminya, dia menemukan foto mesra Donwori dengan pacar gelapnya.

Nggilani pokoe, nggak bisa saya ceritakan,” kata Karin sambil sesenggukan.

Setelah mengumpulkan bukti yang kuat, Karin berani menanyakan kepada Donwori secara langsung. Tak tanggung-tanggung, Karin mendatangkan orangtua dan mertuanya.

“Waktu itu Donwori tegang. Dia gak bisa ngomong apa-apa nunduk dan malah nangis. Termasuk saat sidang tadi,” terang Karin.

Dihadapan Karin dan orangtuanya, Donwori akhirnya mengakui dalam dirinya ada yang error. Makanya dia tak kunjung punya pacar perempuan sampai usia kepala empat.

Meski akhirnya demi membahagiakan orangtuanya, Donwori mau saja saat dijodohkan dengan Karin.

“Ibunya sampai semaput dengar pengakuan anaknya. Saya kasihan sebenarnya, tapi gimana lagi,” ungkap Karin yang saat itu mengenakan baju pink motif bunga ini.

Karin sendiri waktu itu mau mau dijodohkan dengan Donwori karena sosoknya yang ganteng dan dari sisi postur tubuh juga ideal. Terlebih dia juga dari keluarga berada.

“Saya sendiri dulu takut pacaran. Takut kalau diajak yang aneh-aneh. Lha kok ini nikah, eh, dapat yang aneh,” tutur Karin.

Karin sudah mantap dengan putusannya karena sudah dipikirkan masak- masak. Dia sudah meminta pertimbangan dari pakar rumah tangga sampai pakar agama. Dan jalan terakhir adalah bercerai.

“Wis bulat, kudu cerai,” pungkasnya.

(sb/ang/jek/JPR)

Respon Anda?

komentar