
batampos.co.id – Samuri Bin Samat, 72, Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura ditemukan tewas dikamar 205 hotel Nivila Inn, Nagoya, Kecamatan Lubukbaja, Minggu (14/1) sekitar pukul 12.00 WIB. Sejauh ini, polisi belum bisa memastikan penyebab meninggalnya Samuri.
Kanit Reskrim Polsek Lubukbaja Iptu Awal Sya’ban Harahap mengatakan, dari hasil pemeriksaan awal di tubuh korban tidak terdapat adanya tanda-tanda kekerasan. Menurutnya, korban meninggal karena sakit. Namun dirinya belum bisa memastikan apa penyakit korban hingga menyebabkan ia meninggal dunia.
“korban menginap di Hotel Navila Inn mulai hari Rabu tanggal 10 Januari 2018 dan Cek Inn pukul 15.14 Wib. Dan saat cek Inn hanya sendiri dan selama menginap di hotel korban hanya sendiri,” ujarnya, Minggu (14/1) siang.
Dijelaskannya, penemuan mayat Samuri berawal dari resepsionis hotel menelepon ke kamar yang dihuni Samuri untuk menanyakan apakah ia mau melanjutkan sewa kamar atau tidak. Namun, setelah beberapa kali di hubungi ke kamarnya, Samuri tidak kunjung mengangkat telepon dan petugas hotel pun melakukan pengecekan di kamarnya.
“Settelah dicek ke kamar, ternyata korban sudah meninggal. Kemudian pihak hotel langsung menghubungi kita,” imbuhnya.
Selain itu, sesosok mayat laki-laki tanpa identitas juga ditemukan di ruko Mega Legenda Junction Blok LJ4, Kelurahan Baloi Permai, Kecamatan Batamkota, Minggu (14/1) sekitar pukul 13.30 wib. Saat ditemukan, kondisi mayat berjenis kelamin laki-laki itu sudah mengeluarkan aroma tidak sedap.
“Saat penemuan itu, salah buruh bangunan membersihkan ruko yang tidak ditempati. Kemudian, dia mengecek satu persatu ruko. Pada saat ruko yang di ujung, saksi melihat ada sangkar burung namun tidak mencium bau menyegat,” ujar Kapolsek Batamkota Kompol Firdaus.
Saksi yang diketahui bernama Ihksan itu pun kemudian mengambil sangkar burung tersebut. Saat mengambil sangkar burung itu, dia kemudian mencium bau yang menyengat. Ihksan pun kemudian mencari sumber bau busuk itu dan menemukan sesosok mayat laki-laki dalam posisi terlungkup.
“Seelanjutnya saksi ini langsung menghubungi perangkat Rt setempat dan kemudian melaporkan penemuan mayat ini sama kita,” kata Firdaus.
Dari hasil pemeriksaan saksi di lokasi kejadian, salah seorang warga bernama Sulisman mengaku sering melihat korban di ruko tersebut dan terakhir bertemu sekiitar satu minggu yang lalu. Menurut Sulisman, selama ini korban mengalami gangguan jiwa, namun tidak mengganggu warga sekitar.
“Untuk penyebab kematiannya sementara karena sakit. Korban saat ini sudah kita bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan visum,” imbuhnya. (gie)
