Selasa, 7 April 2026

Disdik Tak Anggarkan RKB SMPN 28

Berita Terkait

Seorang warga sedang melihat Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 28 Batam yang kondisi luapan air parit yang semakin parah, Kamis (18/1). Pihak sekolah terpaksa meliburkan kembali siswa karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk belajar. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Pendidikan Kota Batam mengklaim tahun ini tidak ada mengganggarkan ruang kelas baru (RKB) untuk SMPN 28 Batam yang berada di Botania, Batamcenter.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Hernowo mengatakan pembangunan RKB memang ada tahun ini, namun dalam pengajuan kemarin, SMPN 28 tidak masuk karena melihat kondisi lahannya yang sudah tidak memungkinkan.

“Kami kalau ingin membangun RKB tentu harus melihat juga kondisi /sekolahnya,” kata Hernowo, Kamis (18/1).

Ia menyebutkan tahun ini ada 10 sekolah SMP yang mendapatkan bantuan RKB diantaranya, SMPN 53 totla enam RKB, SMPN 3 satu RKB, SMPN 54 enam ruang, SMPN 34 dua ruang, SMPN 51 dua ruang, SMPN 4 tiga ruang, SMPN 30 dua ruang, SMPN 52 enam ruang, SMPN 27 enam ruang, SMPN 50 dua ruang.

“Jadi memang tak ada tahun ini,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, sudah meninjau lokasi sekolah. Air pembuangan yang naik ke perkarangnan seolah bersumber dari drainase yang ada di depan sekolah.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan masalah drainase tersebut. Ia menambahkan saat ini alat berat tengah bekerja.

Ia berharap air tersebut bisa surut dan siswa bisa kembali bersekolah. “Lebih cepat tentu lebih baik, karena siswa pelu belajar,” sebutnya.

Saat ditanyai mengenai relokasi SMPN 28 Batam, Hernowo menyerahkan seluruh kebijakan tersebut kepada pimpinan.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Batam, Sudirman Dianto mengatakan solusi jangka panjang untuk SMPN 28 adalah relokasi. “Hanya itu solusinya jika melihat kondisi sekolah saat ini,” ujarnya.

Menurutnya langkah awal dalam menyelamatkan siswa adalah pembenahan drainase yang menjadi penyebab siswa tidak bisa bersekolah.

“Ini harus dibenahi dulu, agar air tidak kembali naik,” tegasnya.

Ia meminta semua pihak bisa turut berkontribusi dalam menemukan solusi terbaik SMPN 28 Batam ini. “Tak hanya pemerintah, bisa juga pengembang yang ada di sekitar sekolah,” tutupnya. (yui)

Update