
batampos.co.id – Investor yang berminat untuk mengikuti tender pengembangan Pelabuhan Batuampar dan Bandara Hang Nadim harus membentuk konsorsium dengan perusahaan lokal.
“Mereka harus bentuk konsorsium seperti yang dibahas di Daftar Negatif Investasi (DNI) dan Perpres 46/2016. Jadi perusahaan lokal dimungkinkan untuk ikut,” kata Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, Jumat (19/1).
BP Batam kata Lukita memang sangat menginginkan investor asing untuk bisa mengikuti proses lelang tender kedua fasilitas infrastruktur tersebut.
“Karena kemampuan dan marketnya yang sangat luas. Kami bicara ingin besar,” tegasnya.
Apalagi Hang Nadim direncakan akan menjadi pusat logistik di Indonesia. Sehingga diperlukan kekuatan finansial dan perencanaan yang matang dan terukur.
Untuk Pelabuhan Batuampar, BP Batam akan memperluas kapasitasnya dari 300 ribu TEUS menjadi 1 hingga 2 juta TEUS. Sedangkan berbicara mengenai pelabuhan transhipment, Lukita mengatakan Batuampar tidak cocok untuk itu. Lebih cocok ditempatkan di Tanjungsauh yang hingga saat ini masih hanya dalam tahap usulan saja.
Namun sebelum membuka lelang untuk Hang Nadim dan Batuampar, BP Batam akan mempersiapkan master plan-nya terlebih dahulu. Baru kemudian melakukan market sounding.
Master plan direncanakan akan selesai pada Februari atau Maret. Dan pada April maka akan ditawarkan kepada investor asing.(leo)
