Iklan
ilustrasi

batampos.co.id – Anda memiliki tenun? Suka mengoleksinya?┬áDesainer sekaligus Founder IKAT Indonesia, Didiet Maulana, berbagi tips untuk merawat kain tenun khas Sumba.

1. Tidak Perlu Sering Dicuci, Cukup Dianginkan Saja
Tenun sumba habis dipakai tidak harus dicuci, diangin-anginkan saja, untuk menjaga kecerahan warna dan bahannya.

2. Jangan Terkena Sinar Matahari Langsung
Jangan sampai kena sinar matahari langsung saat menjemur agar warna tidak pudar.

3. Jika Terpaksa Mencuci, Cuci dengan Air Garam
Kebanyakan Tenun Sumba berasal dari pewarna alami, semakin dicuci semakin bagus menurut mereka (pengrajin). Tapi biasanya kain tenun dicuci di laut. Jadi kalau memang terpaksa harus cuci, gunakan air garam.

4. Gunakan Silica Gel di Lemari Penyimpanan Kain
Kain Sumba benangnya khas, dari benang kapas. Lain daerah akan berbeda untuk penyucian kain tenun. Tapi kalau penyimpanan sama. Setelah kain kering, kemudian ditekuk, simpan di lemari. “kita bisa pakai silica gel yang di dalam kertas biasanya, lalu kita sebarkan agar udara tetap kering dan mencegah jamur atau ngengat. Nanti setiap sebulan sekali baru dikeluarkan untuk diangin-anginkan baru disimpan lagi,” ujar Didiet.

(yln/JPC)