Drg Ani Dewiyana

batampos.co.id – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Ani Dewiyana mengungkapkan bantuan obat dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri akan disalurkan pekan ini.

“Sudah dibantu, saya minta dalam minggu ini (obatnya disalurkan),” ungkap Ani usai rapat dengan pihak Pemerintah Provinsi serta bersama Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad di Kantor Wali Kota Batam, Senin (22/1) sore.

Walau tak bisa merinci berapa banyak obat yang akan dibantu Pemprov Kepri, ia mengklaim bantuan tersebut mencangkup obat yang selama ini kosong seperti obat untuk penyakit asma, hipertensi, gula darah hingga obat magh.

“Sebagiankan ada, (yang dibantu) semua yang tidak ada sama kami. Itemnya banyak sekali,” ucapnya.

Ia mengaku penyediaan obat merupakan kewajiban rumah sakit, tanpa harus dibebankan kepada pasien atau keluarga pasien untuk mencari di luar rumah sakit. Untuk itu pihaknya kini tengah mengusahakan semaksimal mungkin agar hal tersebut tidak terus terjadi.

“Iya betul (rumah sakit sediakan). Makanya kami sedang usaha (sediakan obat),” katanya

Dalam hal ini, ia mengklaim uang untuk pengadaan obat tersedia. Namun dalam proses pengadaan perlu melewati mekanisme yang telah ditentukan. “Ini uang negara harus sesuai aturan. Tak bisa beli suka-suka macam duit saya kalau saya nak beli,” imbuhnya.

Lalu bagaimana dengan utang RSUD Embung Fatimah pada vendor penyedia obat sebesar Rp 7,9 miliar. Utang inilah yang disebut-sebut menjadi cikal bakal kosongnya obat di rumah sakit plat merah tersebut, bagaimana tidak para vendor memutuskan untuk menhentikan suplai obat.

“Yang utang saya tak hafal rinciannya tahun berapa saja. Bisa ditanyakan ke bagian keuangan kami,” pungkas Ani. (adi)

Respon Anda?

komentar