batampos.co.id – Badan Urusan Kepelabuhanan (BUP) Karimun segera membangun pelabuhan landing craft tongkang. Tingginya permintaan dari perusahaan shipyard menjadi alasan utama BUP segera mewujudkan landing craft tongkang tersebut.

Bupati pun mengapresiasi serta mendungkung langkah BUP itu. Di mana site plan, dan rancangan anggaran biaya (RAB) pembangunan landing craf tongkang dalam tahap penyusunan.

“Pada semester tiga ini, kita dalam tahap mendesain. Karena kita inginkan pembangunan landing craft tongkang disesuaikan dengan financial BUP,” ungkap Dirut BUP, M Syahrizal, kemarin.

Begitu site plan, dan RAB diketahui, pembangunan landing craft tongkang sudah bisa dimulai. Dan lokasi yang dibangun berhampiran dengan pelabuhan kargo Parit Rempak.
Melihat potensi yang ada, Syahrizal memperkirakan, empat hingga tujuh tahun baru bisa dihitung keuntungan atau break event point (BEP). Dengan asumsi, landing craft tongkang dibangun full fasilitas, dan minimal 12 kali sandaran tongkang perbulan.

“Untuk pembangunan landing craft tongkang diperkirakan menghabiskan anggaran Rp3,5 hingga Rp5 miliar. Artinya, dibangun full fasilitas dengan konstruksi yang mapan. Sebab, pelabuhan yang digunakan nanti dilewati kapal berbobot mati 2000 dwt, atau bobot berat barang yang dibawa mencapai 10 ton,” ujar Ijal yang percaya landing craft tongkang akan memberikan kontribusi dalam bentuk pendapatan daerah. (enl)

Advertisement
loading...