Selasa, 28 April 2026

Jaring Pendapat Sebelum Adakan Buku

Berita Terkait

Jana seorang mahasiswi Putera Batam sedang memilih buku yang dicari untuk bahan belajar di Perpustakaan Pemko Batam, Selasa (23/1). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Batam tengah menjaring masukan dari sekolah, pergruan tinggi hingga masyarakat untuk keperluan informasi pengadaan buku tahun 2018 ini.

“Kami sedang jaring masukan itu. Dari mereka kami akan tahu buku apa saja yang akan kami adakan,” kata Kepala DPAD Kota Batam Anuar Karimsu, kemarin.

Ia menyampaikan, karena melalui tahapan penjaringan aspirasi maupun masukan. Maka dari itu, setiap tahun pengadaan buku sekitar bulan Juni. Tahun ini untuk diketahui, perpustakaan Batam akan ditambah 800 eksemplar buku dengan anggran sebesar Rp 93 juta.

“Pengadaan hari ini pun bisa mulai, tapi kita mau jaring dulu pendapat. Kita perlu juga melewati mekanisme e-catalog,” imbuhnya.

Menurutnya, kini perpusatakaan Batam dikunjungi rata-rata 35 orang perhari. Sementara terkait koleksi kini sudah ada 37 ribu eksemplar darti buku umum maupun buku rujukan lainnya. Jumlah ini ia klaim melebihi standar koleksi idela sebuah perpustakaan daerah.

“Biasanya standarnya 25 ribu eksemplar buku,” ucapnya.

Sebelumnya, anggota DPRD Batam Sukaryo menilai anggaran pengadaan buku di dinas tersebut cukup minim. Hal ini sudah terajdi sejak instansi tersebut masih berstatus kanto.

“Sangat minim dan tidak sebanding dengan jumlah kebutuhan buku masyarakat Batam,” komen anggota Komisi I DPRD Batam, Sukaryo, Senin (22/1).

Menurut dia, minimnya anggaran pengadaan buku tersebut sangat menghambat kemajuan di bidang pendidikan khususnya dalam meningkatkan minat baca masyarakat. “Bagaimana mungkin masyarakat bisa cerdas, sementara pengadaan buku untuk merangsang minat baca penduduk yang saat ini masih sangat rendah,” sesal Sukaryo. (adi)

Update