batampos.co.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Karimun, sudah memasukkan berkas 28 kegiatan kepada pihak Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk dilakukan pelelangan kepada pihak ketiga. Hal ini disampaikan Kepala Dinas PUPR Karimun Zulfan, kemarin (24/1).

” Sudah sepekan kita masukkan berkas. Tinggal tunggu pihak ULP lah kapan akan diterbitkan, dalam bentuk pengadaan barang/jasa pemerintah berdasarkan Perpres nomor 54 tahun 2010,” jelas Zulfan.

Apabila sudah diterbitkan, maka proses pekerjaan untuk 28 kegiatan sudah bisa dimulai. Dari 28 pekerjaan tersebut, ada proyek islami center dan pasar mencapai Rp37 Miliar yang ada di pulau Kundur. Sehingga, pada bulan Februari nanti sudah bisa dilakukan proses tender untuk pihak ketiga dan langsung dikerjakan.


” Biasanya pada bulan Februari atau Maret. Tahun ini kita majukan, supaya waktu pengerjaan oleh pihak ketiga kontraktor tidak mepet dan selesai tepat waktu,” tuturnya.

Untuk tahun 2018 ini, alokasi anggaran dari APBD Kabupaten Karimun pihaknya mendapatkan anggaran untuk pembangunan mencapai sekitar Rp300 Miliar. Dimana, angka tersebut termasuk biaya administrasi kantor dan honor para pegawai. Yang pengerjaannya ada di 12 kecamatan se kabupaten Karimun.

” Mudah-mudahan semuanya pekerjaan yang ada di PUPR tepat waktu dalam penyelesaiannya,” ungkapnya.

Sementara itu salah satu kontraktor yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan, agar segera dilakukan proses pelelangan. Sebab, apabila terlambat nanti dalam pengerjaannya harus dikebut penyelesaiannya. Akibat keterlambatan lelang melalui LPSE atau Layanan Pengadaan Secara Elektronik.

” Ya saya dengar sih pihak PUPR Karimun sudah mengirimkan berkas kegiatan untuk proses lelang. Yang sering terjadi pihak ULP kadang sering lambat proses upload datanya ke LPSE,” keluhnya.(tri)

 

Loading...