batampos.co.id – DPRD Kota Batam meminta Pemko Batam untuk menata pedagang kaki lima di Batam. Pelebaran jalan dan penataan kota mengorbankan banyak pedagang kaki lima.
“Kita berharap kalau misalnya ada penertiban harus ada solusi. Pedagang kaki lima ini juga warga yang ingin meneruskan hidup dengan cara halal,” kata anggota komisi I DPRD Kota Batam, Tumbur M sihaloho.
Menurutnya, Pemko bisa membuat satu tempat untuk menampung pedagang seperti pasar. Terutama pedagang yang ada di kawasan jodoh.
“memang pasar induk itu harus ditata. Kita berharap Bp dan Pemko bisa duduk bersama untuk membicarakan ini. Jangan menunggu kemenkeu. Kalau itu nanti lama, lalu bagaimana nasib pedagang?,” katanya.
Ia juga mendorong BP Batam untuk terus mendesak kemenkeu mengalihkan aset, pasar induk untuk segera dikelola pemko Batam. “Memang pemko terkendala untuk mengelola pasar induk secara utuh. Tetapi kan bisa tetap dilakukan penataan,” katanya.
Sementara itu, kepala dinas pasar dan UMKM Kota Batam Suleman Nababan mengatakan bahwa Pemko Batam sudah merencanakan untuk menata pedagang kaki lima. Tetapi ia berharap pasar induk bisa segera diserahkan ke Pemko Batam.

“Pasar induk itu mampu menampung banyak pedagang. Jadi pedagang yang ada sekarang di pinggir jalan akan ditampung di sana,” katanya.
Selain itu pedang kaki yang memiliki produk kerajinan bisa dipromosikan di gedung khusus di Bengkong yang saat ini sudah mulai progres pembangunan. “Kita berdayakan pedagang yang punya kreatifitas. Kita juga akan tetap melakukan pembinaan,” katanya. (ian)
