Sabtu, 25 April 2026

Buat Tanjungpinang Lebih Berwarna

Berita Terkait

Raja Ariza. F. Yusnadi/Batam Pos.

batampos.co.id – Kendati sekadar menjabat sebagai penjabat wali kota, nyatanya Raja Ariza tetap punya pemikiran konstruktif dalam pembangunan dan penataan Tanjungpinang ke depan. Sebagai ibu kota provinsi, Ariza menilai, Tanjungpinang adalah kota yang nyaman untuk ditinggali dari waktu ke waktu. Maka tak heran jikalau kini semakin ramai kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri ke kota ini.

Ariza menilai, ke depan yang perlu dipikirkan adalah membuat Tanjungpinang lebih berwarna. Usai dilakukan penataan yang baik, ada benarnya jika rumah-rumah bisa diberi warna-warni.

Menurutnya ini punya efek ganda. “Selain bikin indah dan nyaman, juga bisa memancing wisatawan untuk datang,” ujar Ariza.

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Kota Tanjungpunang, Surjadi mengatakan, pada 2018 ini Pemko Tanjungpinang memiliki program pengentasan kawasan kumuh terintegrasi.

Penanganannya dilakukan lintas sektoral. Pemko Tanjungpinang, Pemprov Kepri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Badan Pertanahan Nasional. “Ini program penanganan kawasan kumuh terintergrasi. Total anggaran untuk penataan sekitar Rp 60 miliar,” katanya.

Penataan yang dilakukan meliputi, jalan permukiman, kawasan permukiman dan fasilitas umum seperti taman dan lainnya. Surjadi menjelaskan, program ini bisa didapatkan karena adanya komitmen pemerintah Kota Tanjungpinang yang begitu kuat untuk mewujudkan penataan kota yang lebih baik, sehat dan asri.

“Program ini difokuskan pada kawasan Kampung Bugis, karena berada di area depan Kota Tanjungpinang. Kampung Bugis adalah kawasan pertama di Provinsi Kepri yang menjadi prioritas,” kata Surjadi.

Selain menata kawasan tersebut, rumah warga akan di cat berwarna-warni. Sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Tanjungpinang. Pemerintah Kota Tanjungpinang berupaya menjadikan program tersebut sebagai proyek yang akan memberi efek positif bagi perkembangan perekonomian di Kota Tanjungpinang.

Selain mewujudkan kawasan Kampung Bugis bebas kumuh, wilayah tersebut juga bisa menjadi destinasi wisata baru di Kota Tanjungpinang. (aya)

Update