batampos.co.id – Sebelum kawasan wisata Tanjungriau Fisherism dibuka pada Maret nanti, Badan Pengusahaan (BP) Batam mulai memberikan pelatihan pada sejumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Batam lewat kelas edukasi. Nantinya, UMKM yang diberikan pelatihan akan mengisi stan di kawasan agro souvenir di kawasan wisata tersebut.
“Ibu-ibu PKK Sei Temiang kami ajak mengikuti kelas edukasi yang diadakan BP bekerjasama dengan UMKM beberapa waktu lalu,” kata Kasubdit Pemanfaatan Sarana, Irfan Widyasa, Sabtu (27/1).
Irfan mengatakan tujuan dari kelas edukasi adalah untuk memberdayakan masyarakat sekitar agar lebih siap dengan pengembangan wisata kedepan, khususnya bagaimana cara mempersiapkan kuliner dan souvenir oleh-oleh. Kelas edukasi ini juga menjawab harapan dari pelaku UMKM yang ingin diajak serta untuk terlibat dalam event-event yang diselenggaakan BP Batam.
“Tujuan lainnya yaitu sebagai ajang bagi UMKM untuk memasarkan produk-produknya. Karena di tempat yang sama juga digelar stand-stand UMKM,” ungkapnya.
Di kelas edukasi, pelaku UMKM dan ibu-ibu PKK diajari menghias kue. Selain itu, mereka juga diajarkan untuk mengikuti kelas membuat bunga hias dari kain katun.
“Kain-kain bekas tidak berharga disulap menjadi bunga hias yang cantik. Apalagi pemilihan warna kain bekas benar-benar diperhatikan. Sehingga bunga yang dihasilkan benar-benar keren,” tambahnya.
Sedangkan Deputi IV BP Batam, Mayjen TNI Eko Budi Soepriyanto mengatakan BP Batam akan terus melibatkan partisipasi UMKM dalam berbagai program.
Tujuannya untuk mengoptimalkan aset-aset BP Batam sekaligus peluang memberdayakan UMKM.
“Partisipasi UMKM bukan hanya untuk aspek sosial. BP memandang UMKM sebagai salah satu kunci keberhasilan pengembangan pariwisata agar lebih kuat fondasinya. Kalau banyak yang ikut, maka tujuan-tujuan besar akan lebih cepat tercapai,” pungkasnya.(leo)
