batampos.co.id – Dunia usaha di Batam sangat mengapresiasi sekali hadirnya Mal Pelayanan Publik (MPP) di tengah masyarakat kota Batam.
“2018 ini merupakan tahun investasi dengan indikator berupa hadirnya MPP. Banyak instansi vertikal dan horizontal yang ada disini sehingga lebih efisien baik dari segi waktu dan biaya,” kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam, Jadi Rajagukguk, Sabtu (27/1).
Jadi melihat bahwa MPP sudah menerapkan standar yang baik dalam pelayanan perizinan. Namun, MPP harus menambah sejumlah perangkat baru untuk semakin memudahkan masyarakat.
“Ada beberapa yang mungkin perlu ditambah seperti keterangan tertulis untuk masyarakat, seperti jenis tarif dan biaya mengurus perizinan. Sehingga transparansi itu semakin terlihat,” ungkapnya.
Ketidakharmonisan antara pemerintah dengan dunia usaha telah mencair berkat komunikasi aktif yang dilakukan oleh pimpinan BP Batam yang baru. Sehingga angan-angan untuk menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih bagus akan mulai tampak hasilnya.
“50 persen permasalahan yang ada sudah selesai karena BP Batam sudah buka komunikasi. 2018 menuju 2019 menjadi pelajaran untuk bisa bersama-sama pulihkan pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Sedangkan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), Gustian Riau mengatakan pihaknya terus mengevaluasi proses penyelenggaraan perizinan di MPP.
“Sejauh ini belum ada kendala dan kami akan terus melakukan evaluasi. Ada 416 perizinan dari 30 instansi disini, semua sudah online meskipun ada yang belum terintegrasi,” jelasnya.
Ia menjelaskan layanan perizinan yang dilakukan secara manual akan segera diaplikasikan ke online supaya mendorong transparansi dan efisiensi.
“Masyarakat lebih banyak suka manual. Tapi akan kami paksakan beralih ke online,” pungkasnya.(leo)
