
batampos.co.id – Pendidikan vokasi industri sangat penting dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang terampil di Batam. Sehingga Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri siap bekerjasama dengan SMK di Kepri untuk meningkatkan kompetensi siswa SMK di Kepri.
“Kami berharap hubungan dunia industri dan dunia pendidikan terjalin dengan baik sehingga ketika para siswa tamat dari SMK maka bisa bekerja dan beradaptasi dengan dunia kerja,” kata Wakil Ketua HKI Kepri, Tjaw Hoeing atau biasa disapa Ayung, Sabtu (27/1).
Untuk Kepri, ada 119 perusahaan industri yang melakukan perjanjian kerjasama (PKS) dengan 31 SMK di Batam. Dan saat ini sedang dalam tahap penyesuaian kurikulum antara pihak sekolah dan dunia industri.
Ia mengatakan pengembangan dan penyelerasan kurikulum di Batam sendiri sudah berjalan, seperti SMK Negeri 1 Batam dengan PT Schneider Electric Indonesia dan PT Epcos Indonesia. Kemudian SMK Negeri 6 Batam dengan PT Citra Tubindo dan sudah berjalannya kelas industri di masing-masing SMK, sedangkan untuk sekolah lainnya sedang berjalan ke arah tersebut.
Ayung juga mengatakan penandatanganan fakta kerjasama perlu dilakukan guna membangun pendidikan kejuruan berbasis kompetensi industri, restrukturisasi program keahlian dan kurikulum pada satuan pendidikan sesuai dengan kebutuhan industri, serta pembangunan infrastruktur kompetensi bidang industri.
“Bukan hanya Batam tapi seluruh Kepri,” harapnya. (leo)
