
batampos.co.id – Belakangan ini sejumlah kasus kriminal terjadi di Jembatan I Dompak, Tanjungpinang. Legislator DPRD Kepri daerah pemilihan (Dapil) Tanjungpinang, Rudy Chua mengharapkan Pemerintah Provinsi Kepri membuat siasat tertentu. Sehingga Jembatan I Dompak merupakan objek vital tidak menjadi arena adu nyali.
“Belakangan ini ada beberapa kasus yang terjadi di Jembatan I Dompak. Mulai dari aksi balap liar sampai terjadi tindakan pembunuhan. Persoalan perlu segera disikapi,” ujar Rudy Chua menjawab pertanyaan Batam Pos, Minggu (28/1) di Tanjungpinang.
Politisi Partai Hanura tersebut menjelaskan, ia juga mendapatkan laporan sebelum adanya penerangan di Jembatan tersebut, infrastruktur yang diharapkan menjadi objek wisata di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang itu menjadi tepat muda-mudi pacaran. Sekarang ini, malam harinya menjadi arena balap liar. Ia khawatir banyak kelompok-kelompok yang menjadi Jembatan I Dompak sebagai area kekuasaan.
“Kita tahu, aktivitas ramai yang melintas adalah pada siang hari. Karena di malam hari sudah tidak banyak lagi yang lalu lalang. Kondisi ini yang dimanfaatkan kelompok-kelompok tertentu,” ujar Rudy.
Menurut Rudy, sejak adanya korban jiwa yang terjadi di Jembatan tersebut, pihak kepolisian sudah melakukan patroli kesana. Tetapi sudah pasti tidak bisa berjaga 24 jam. Setelah polisi pergi, sekelompok itu Jembatan itu akan ramai kembali. Apalagi sampai sejauh ini, tidak adanya personel Satpol PP Provinsi Kepri yang ditugaskan untuk mengawasi jembatan tersebut.
“Kalau diberlakukan buka-tutup tentunya kurang baik. Karena jembatan tersebut selain sebagai akses utama ke Pulau Dompak juga untuk kepentingan wisata,” paparnya.
Rudy berharap, Pemprov Kepri segera memasang Closed Circuit Television (CCTV) di lokasi-lokasi tertentu. Selain itu tentu harus ada pos jaga bagi petugas Satpol PP. Apalagi belum lama ini, juga dihebohkan adanya seorang pemuda yang memanjat bentangan busur Jembatan tersebut. Sehingga perlu langkah antisipasi
“Jika tidak segera kita antisipasi, kehadiran Jembatan I Dompak banyak memberikan konsekuensi negatif. Mulai dari balap liar, orang pancaran, sampai tempat untuk bunuh diri,” tutup Rudy.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Perumahan, Abu Bakar mengatakan untuk tahun ini, pihaknya akan memang CCTV di gerbang utama jembatan tersebut. Sedangkan untuk persoalan keamanan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satpol PP Provinsi Kepri. Sedangkan untuk pengamanan bentangan busur akan dipasang pagar pengaman.
“Kita akan berkoordinasi dengan Satpol PP. Memang belakangan ada berapa kejadian yang menyebabkan Jembatan I Dompak menjadi sorotan,” papar Abu Bakar.(jpg)
