
batampos.co.id – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, saat ini sudah waktunya penggerak pendidikan bersinergi dalam merencanakan program kerja.
Kepala sekolah yang punya peran utama pendidikan di sekolah dituntut bisa memberikan motivasi dalam menghadapi berbagai tantangan persoalan secara global. Kepala sekolah bukan hanya sekedar bertanggungjawab terhadap mutu pendidikan, tetapi juga harus bisa memberikan benteng yang kuat, salah satunya yaitu dengan memberikan pendidikan karakter bagi mencegah anak-anak didik dari pengaruh negatif.
“Kita harus mendorong dan memotivasi anak didik supaya lebih giat menuntut ilmu, dengan cara menyediakan sarana, dan iklim pendidikan yang baik,” kata Ngesti dalam rakor pendidikan di restoran basisir Ranai, Sabtu kemarin.
Lebih lanjut Ia mengatakan, sehubungan dengan semakin pesatnya pembangunan diberbagai bidang, termasuk pencanangan 5 pilar percepatan pembangunan di Kabupaten Natuna, tidak tertutup kemungkinan akan hadir budaya-budaya asing yang dapat mempengaruhi budaya lokal.
Dengan adanya rakor bidang pendidikan ini kata Ngesti, Pemerjntah berharap agar semua Stake Holder Bidang Pendidikan diantaranya Kepala Sekolah TK, SD, dan SMP se Kabupaten Natuna, bersama-sama menyatukan pandangan dan pemahaman untuk dapat memajukan pendidikan, bagi menciptakan masyarakat Natuna yang cerdas dan mandiri, dalam kerangka budaya tempatan.
“Pendidikan budaya saat ini penting, jangan hilang karena pengaruh budaya baru (asing,red) yang masuk. Anak didik harus lebih dulu dibekali sebelum masuk pada lingkungan yang lebih luas,” pesan Ngesti.
Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda pemkab Natuna Tabranizal mengatakan, untuk mensinergikan pembangunan Kabupaten Natuna dibidang pendidikan sesuai dengan kewenangan Pemerintah Kabupaten Natuna, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Natuna menyelenggarakan Rapat Koordinasi Bidang Pendidikan dengan para Stakeholder Bidang Pendidikan. Melibatkan para Kepala Sekolah Taman Kanak-Kanak, Kepala Sekolah SD, dan Kepala Sekolah SMP se Kabupaten Natuna.
“Rakor tersebut untuk menciptakan kesamaan pandangan, persepsi, dan pemahaman terhadap tugas dan tanggung jawab Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga sebagai Stake Holder Bidang Pendidikan, untuk membahas isu-isu terkini dan menyampaikan usulan-usulan sesuai dengan kebutuhan skala prioritas masing-masing,” sebutnys Tabranizal.(arn)
