
batampos.co.id – Jajaran Polsek Moro, bersama Bhayangkari menyerahkan bantuan untuk keluarga Yohannes yang mengalami tunarunggu di Kecamatan Moro. Bantuan yang diberikan berupa vitamin, perlengkapan bayi, tempat tidur, serta uang tunai dari masyarakat disalurkan melalui Polsek Moro senilai Rp 2.650.000 diberikan kepada keluarga Yohannes.
“Setelah berbicara melalui bahasa isyarat. Syukurlah, anaknya ketiganya lahir dengan normal. Tapi apakah normal atau tidak belum tahu. Dan bidan yang datang ke rumahnya, membantu membersihkan bekas persalinan,” kata Kapolsek Moro AKP Donris E Pasaribu, kemarin (29/1).
Sementara Plt Camat Moro Ratna ketika dikonfirmasi Batam Pos mengatakan, dirinya belum mengetahui ada satu keluarga yang tunarunggu. Sebab, pihaknya sedang berada di Karimun. “Nanti saya hubungi staff dulu. Lagi di Karimun, sibuk nih,” singkatnya.
Terpisah, salah satu tokoh masyarakat Karimun Raja Zurantiaz ketika dimintai tanggapannya, tentang masih ada warga Kabupaten Karimun yang hidupnya di bawah garis kemiskinan. Ia mengatakan, tidak asing lagi informasi tersebut dan hal ini benar-benar kenyataan. Artinya, peranan Pemerintah Daerah selama ini untuk peduli kepada warga yang kurang mampu hanya cerita belaka.
“Anda bisa saksikan sendiri, ketika datang ke pulau-pulau masih banyak warga yang hidupnya dibawah garis kemiskinan. Nah, sekarang apa langkah nyata dari Pemerintah Daerah untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat tersebut, melalui Pemerintah Kecamatan,” tanyanya.
Dengan demikian, kehadiran Pemerintah Daerah dalam hal ini Pemerintah Kecamatan Moro tidak dapat dirasakan oleh masyarakat. Terbukti, kinerja aparatur di Kecamatan Moro untuk melakukan pemantauan maupun pendataan terhadap masyarakat miskin tidak jalan. Sehingga, muncul kasus satu keluarga yang tidak layak tinggal di gubuk dan mengalami tunarungu.
Selain itu sejauh mana, Pemerintah Daerah dalam mengentaskan kemiskinan. Sebab, informasi dari BPS Karimun angka kemiskinan untuk Kabupaten Karimun terjadi kenaikan sebesar 7,4 persen di tahun 2017. Ini berarti, tidak ada progres yang nyata dalam pengentasan kemiskinan.
“Sudah terpublikasi baru dilakukan aksi. Seperti gizi buruk di Karimun, berbagai alasan disampaikan oleh instansi terkait. Ketika sudah terpublikasikan baru bertindak. Intinya, tidak ada evaluasi. Sebab, kemiskinan ada kaitannya dengan kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan,” tuturnya.
Informasi yang dihimpun selain Polsek Moro memberikan bantuan, juga dari Koramil 02 Moro bersama dengan Ibu-ibu persit memberikan bantuan yang didampingi oleh Danramil 02/Moro Kapten Inf K Manurung. (tri)
