batampos.co.id – Senin malam (29/1) lalu, puluhan warga berdatangan ke RSUD M Sani dan RSBT untuk dilakukan perawatan insentif. Setelah masuk ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang disebabkan diarea atau buang air besar terus menerus dibarengi dengan muntah-muntah tidak kunjung berhenti.
”Benar ada enam kasus diduga keracunan makanan. Sementara hanya empat orang yang masih dirawat inap dan empat orang sudah dilakukan rawat jalan,” kata Direktur RSUD M Sani Zulhadi, kemarin (30/1).
Sedangkan, Kabag TU Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Reza ketika dikonfirmasi mengatakan, kejadian yang sama dialami pihaknya. Untuk sementara ada lima orang yang sudah dilakukan penanganan medis dan dirawat inap. kelima pasien tersebut, dua anggota TNI, satu istri TNI, satu warga biasa dan satu lagi anak dari TNI.
”Masih dalam penanganan insentif oleh tim medis. Sebab, pasien masih sering diare hingga 20 kali,” jawabnya.
Terpisah salah seorang warga Bukit Senang yang tidak mau disebutkan namanya mengaku, keluarganya setelah menyantap nasi kotak yang disediakan oleh panitia pada acara puncak Latihan Raksa Yudha 17-A Pasmar 2 Jakarta tahun 2018 di Coastal Area, Tanjung Balai Karimun, Minggu (28/1) lalu. Sorenya, merasa kurang enak dan sering muntah-muntah, walaupun sudah diberi obat.
”Saya kira kecapean Minggu malam itu. Tapi, pada Senin malam masih juga terjadi seperti itu terhadap mertua, anak-anak asuh saya muntah-muntah dan sering buang air besar. Makanya, langsung kami larikan ke RSUD M Sani,” singkatnya.
Sementara itu Danlanal TBK Letkol Laut (P) Totok Irianto dalam siaran persnya melalui media sosial (medsos) menyampaikan permohonan maaf secara pribadi dan seluruh personel Lanal TBK kejadian keracunan yang dialami saudara-saudara kita yang terlibat kegiatan kirab beberapa waktu lalu. Dan pihaknya bertanggungjawab sepenuhnya.
” Kemarin pagi, sudahsaya perintahkan kepada Pasop Lanal TBK An Lettu Willy, Pasprogar Lanal TBK An Lettu Sugiyanto dan.Pasintel Lanal TBK Kapten Wahyu agar dilakukan konfirmasi ke RSUD, RSBT untuk memonitor dan meminta data pasien baik yang masih dirawat maupun yang sudah diijinkan pulang, semua biaya pengobatan akan ditanggung Lanal TBK, ” pesannya.
Terpisah, Pasops Lettu Laut (KH) Willy Wardhana didampingi Dan Unit Letda Laut (KH) Boy Hartono mengungkapkan, berdasarkan data yang didapat hanya 47 orang yang diduga keracunan nasi kotak termasuk para penari. Dan pihaknya juga sudah menyiapkan Balai Kesehatan untuk korban di Mako Lanal Karimun yang melayani 24 jam.
” Nanti, kita lakukan pengujuan nasi kotaknya apakah berasal dari situ atau faktor lain,” tegasnya.
Ditempat yang sama juga disampaikan penyedia nasi kotak An yang setiap hari jualan nasi, bahwa dirinya telah menyiapkan 2100 nasi bungkus dan kotak dengan rincian 1500 nasi kotak dan 600 nasi bungkus yang semuanya dimasak pada hari itu juga. Artinya, bahan baku untuk nasi kotak dan bungkus sama seperti dijual setiap hari. Seperti, ayam, sayur kacang, telur puyuh. ” Kagetlah saya, kok bisa begini. Lauknya sama kok seperti saya jualan, ” tuturnya.(tri)
