Jumat, 17 April 2026

Pak Walikota, Ada Preman Intimidasi SDN 09 Batam

Berita Terkait

ilustrasi

batampos.co.id – Pihak Sekolah SDN 09 Batam, yang bermukim di Kampung Aceh, Mukakuning benar-benar resah. Pasalnya, mereka kerap mendapatkan intimidasi dari sejumlah preman setempat. Menurut salah satu sumber, mereka kerap mendapatkan intimidasi berupa pengrusakan sekolah. Para preman itu juga tak segan melukai jika ada yang berani menegur mereka.

“Mereka suka menggunakan gedung sekolah kami. Entah itu buat minum, pesta narkoba. Makanya pas sidak kemarin, anggota dewan menemukan alat kontrasepsi dan penghisap sabu,” ujar sumber itu kepada Batam Pos, Senin (29/1) saat ditemui di kantor Dinas Pendidikan Kota Batam, Sekupang.

Dia mengatakan, penemuan sejumlah alat kontrasepsi dan penghisap sabu bukan karena minimnya penjagaan terhadap sekolah. Penjaga sekolah dan Satpol PP pernah ditempatkan di sekolah itu, namun karena sering mendapatkan perlakuan tak mengenakan dari preman setempat, mereka pun enggan untuk berjaga dan memilih untuk pergi.

“Terakhir bulan Februari 2017. Setelah itu tak ada lagi penjaga sekolah,” katanya.

Penemuan sejumlah alat itu juga bukan yang pertama kali. Jauh sebelum ditemukan anggota dewan saat sidak kemarin, barang-barang itu banyak ditemukan di area sekolah yang didirikan tahun 2013 tersebut.

“Itu sudah jadi pemandangan sehari-hari. Kami sudah melaporkan ke RT/RW, Keluaraha maupun kecamatan tapi tak berpengaruh,” tuturnya.

Mengenai pengrusakan itu, Informan mengaku para preman tersebut kerap merusak gembok rantai yang tergantung di pintu teralis menuju lantai dua gedung sekolah. Selain itu, mereka juga pernah membobol jendela sekolah.

“Hampir setiap minggu kami harus membeli gembok,” ucapnya.

Bahkan baru-baru ini, mereka membobol isi kantin sekolah. “Habis semua isinya,” jelasnya.

Karena itu, mereka pun meminta kepada pihak kepolisian untuk mengawasi ataupun menjaga aktivitas preman dilingkungan sekolah mereka. Sebab, sudah sangat meresahkan.

“Kami nggak sanggup lagi. Bagusnya ada pengawasan ketat dari pihak polisi agar proses belajar mengajar kami gak terganggu dengan hal-hal semacam ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Batam, Fadhelipa mengaku akan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam.

“Ini masalah berat, soalnya menyangkut pendidikan. Nanti saya koordinasi dengan Kadis gimana baiknya,” kata Fadhel.

Menanggapi soal sekolah SDN 09 yang mendapatkan intimadasi dari preman setempat, pria berkulit putih ini meminta kepada pihak kepolisian untuk sama-sama mengawasi. (une)

Update