Iklan

batampos.co.id – 6 dari 7 siswa (sebelumnya dikabarkan 10 siswa, red) korban kecelakaan bus sekolah yang terguling di jalan raya Simpang Tiga, Kawasan Bintan Resorts Lagoi, Bintan, Selasa (30/1) sekitar pukul 14.00 telah dipulangkan ke keluarga.

Iklan

“Anak – anak kita mengalami luka lecet. Jumlah penumpang ternyata 7 orang. 6 dirawat di Klinik Lagoi Teluk Sebong dan sudah dipulangkan ke keluarga masing – masing, sedangkan 1 anak lainnya masih dirawat di rumah sakit provinsi di Tanjungpinang karena luka robek di dekat tangan,” tuturnya ketika dihubungi, Rabu (31/1).

Ia memastikan, semua biaya pengobatan para korban kecelakaan ditanggung Jasaraharja. Sehingga, pihak keluarga tidak perlu memikirkan biaya pengobatan.

Untuk bus sekolah yang terguling, ia mengatakan, sudah diganti dan dioperasikan bus lainnya, karena kegiatan antar jemput anak – anak sekolah tidak boleh terganggu. “Itu sudah tanggung jawab pihak ke-tiga sebagai penyedia bus sekolah,” katanya.

Mengenai kejadian itu, ia mengaku tidak tahu kronologisnya. Namun, menurutnya, bukan karena kondisi bus sekolah melainkan karena kelalaian sopir. “Itu sopir penganti, nanti kita akan minta penyedia bus memperhatikan hal ini. Untuk kronologisnya, kita menunggu pihak kepolisian,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Bintan, Fiven Sumanti yang dihubungi, Rabu (31/1) mengatakan enam korban sudah dipulangkan, sedangkan seorang korban bernama Putri siswa kelas 2 SD 007 Kota Baru sudah dirujuk dari klinik Lagoi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSDU) Provinsi Kepri Tanjungpinang karena mengalami luka serius.

“Telapak tangannya robek, mengeluarkan darah sehingga harus dibersihkan karena bercampur pasir. Anak itu juga sudah dirontgen, namun tidak ada yang patah tulang,” katanya.

Untuk penyedia bus, ia meminta agar meningkatkan pengawasan terlebih kepada sopir bus. “Kalau ada sopir bus yang tidak masuk, sebaiknya yang mengantikan dikoordinirkan terlebih dahulu ke koordinir bus jadi diganti dengan sopir yang terlatih,” tukasnya.

Sebagaimana diketahui, Pemkab Bintan menganggarkan sekitar Rp 7,9 miliar untuk 43 bus sekolah yang dikelola oleh pihak ketiga dalam hal ini PT Aneka Jaya Kijang. (met)