Bidan Rochama Nuryati dan bidan Eti ketika saat membawa bayi pasangan dari Yohannes dan Teripah yang baru tiba di pelabuhan Sri Tanjung Gelam ke RSUD M Sani.f  F. Dok Pribadi Bidan Rochama untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Setelah dirawat semalam di Puskesmas Moro, anak ketiga pasangan Yohannes dan Teripah, warga Sidodadi RT 002/RW006 Kelurahan Moro Timur, Kecamatan Moro, akhirnya dirujuk ke RS M Sani. Sedangkan kedua orangtuanya masih dirawat di Puskesmas Moro.

“Anaknya demam tidak ada perubahan. Makanya, seiizin kedua orangtuanya saya bawa ke RSUD M Sani untuk dilakukan perawatan lebih lanjut,” kata Bidan Rochama Nuryati, dan Bidan Eti, Rabu (31/1).

Untuk biaya pengobatan, kata Rochama, sudah buatkan SKTM. Sehingga, dapat dirujuk ke RSUD M Sani yang ditemani dari pihak keluarga.

“Paska melahirkan, benar saya yang membersihkan persalinan, dan terus melakukan pemantauan terhadap ibu dan anaknya. Sekarang sudah ditangani tim medis dari RSUD M Sani,” ungkapnya yang baru sampai di Moro untuk melanjutkan tugas sebagai bidan desa di Moro.

Sementara Direktur RSUD M Sani Zulhadi ketika dikonfirmasi mengatakan, bayi tersebut langsung masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD M Sani yang langsung ditangani oleh dokter spesialis anak. Melihat kondisi fisik bayi, maka dimasukkan ke ruangan khusus bayi risiko tinggi.

“Untuk sementara bayi tersebut mempunyai risiko tinggi, karena ada infeksi, dan berat badan lahir cukup rendah. Tapi, kita tunggu perkembangan beberapa hari ke depan yang ditangani langsung oleh dokter spesialis anak,” jelasnya.

Zulhadi belum dapat memastikan apakah bayi pasangan tunarungu tersebut menderita kalainan serupa atau tidak. “Masih harus menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari tim medis. Karena usia bayi masih lima hari,” katanya.

Saat ini belum bisa ditentukan apakah kondisi bayi normal atau terjadi tuna runggu. “Sabar dulu, biarkan tim medis menangani bayi itu. Mudah-mudahan normal bayinya,” jawabnya. (tri)

Respon Anda?

komentar