Iklan
Bupati Aunur Rafiq, Sekda HM Firmansyah, Kadishub Fajar Harison bersama Menhub Budi Karya Sumadi saat audiensi terkait percepatan infrastruktur maritim Karimun di Jakarta, Selasa lalu. Foto: Humas Pemkab Karimun.

batampos.co.id – Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi meminta Pemerintah Karimun fokus membenahi sarana bandara Raja Haji Abdullah, Seibati. Terutama peningkatan perpanjangan landasan pacu bandara.

Landasan pacu Bandara Seibati saat ini baru sekitar 1.400 meter, dan akan diperpanjang hingga mencapai 1.800 meter. Sehingga bandara yang terletak di Kecamatan Tebing itu bisa disinggahi pesawat perintis, atau tipe ATR 72.

“Pak Menteri memang meminta kita lebih fokus benahi infrastruktur Bandara Seibati. Mengingat, transportasi udara merupakan potensi bagi Karimun sebagai wilayah kepulauan untuk meningkatkan investasi,” ungkap Bupati Aunur Rafiq usai audiensi dengan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Selasa (30/1) lalu.

Selain itu, kelanjutan pembangunan pelabuhan peti kemas Malarko pun menjadi atensi Menteri Perhubungan. Menyusul proyek tahun jamak itu, kembali mendapat kucuran dana dari pusat di tahun 2018.

“Pak Menteri sudah menginstruksikan kepada Ditjen Perhubungan untuk segera menindaklanjuti proyek pelabuhan Malarko, dan Bandara Seibati. Semoga kedua proyek nasional itu segera terealisasi,” harap Bupati.

Di hadapan Menteri Perhubungan, Bupati memaparkan upaya Pemerintah Karimun memaksimalkan potensi maritim yang dimiliki Karimun. Selain peningkatan infratruktur pelabuhan Malarko, dan Bandara Seibati, juga disampaikan rencana pembangunan pelabuhan bongkar muat Parit Rempak, dan pembangunan pelabuhan feri internasional Tanjung Penagak. Termasuk rencana peningkatan sarana pelabuhan penyeberangan skala kecil lintas Pulau Karimun-Pulau Parit.

“Jika program penguatan infrastruktur sektor maritim terwujud, akan sangat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Karimun. Artinya, tidak akan lagi terkendala terhadap pasokan barang. Dan harganya pun bisa terkendali. Kesejahteraan masyarakat pun meningkat,” beber Rafiq.

Di sisi lain, Bupati juga memaparkan permasalahan yang dihadapi, terutama di sektor perhubungan. Tidak adanya pelabuhan bebas yang mampu menampung kapal-kapal bertonasi 1.000 dwt, menjadi kendala serius. Tidak layaknya, dan perlu relokasi pelabuhan kargo, dan pelabuhan penumpang yang ada saat ini, turut disampaikan.

“Lokasi pelabuhan kargo dan pelabuhan penumpang saat ini, sudah tidak layak. Keberadaan di tengah kota, selalu menjadi biang kemacetan, dan berdebu. Dari segi estetika kotapun sudah tidak layak,” tutur Bupati.

Oleh karenanya Bupati menegaskan, pemerintah Karimun sangat membutuhkan penambahan sarana, dan prasarana pelabuhan. Terutama pelabuhan penyeberangan, dan konektivitas antarpulau.

“Secara umum, Menteri mengapresiasi pemaparan terkait potensi sektor maritim di Kabupaten Karimun. Namun sekali lagi, Pak Menteri meminta kita agar lebih fokus untuk pembenahan, dan peningkatan infrastruktur Bandara Seibati,” kata Rafiq, didampingi Sekda HM Firmansyah. (enl)