Ilustrasi

batampos.co.id – Kerap dijadikan lokasi maksiat, Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan menempatkan personil Satuan Polisi pamong Pradja di SDN 009 Seibeduk di Simpang Dam, Kampung Aceh.

Iklan

“Satpol PP akan kami tempatkan, dalam satu atau dua hari ini saya akan minta ke pak Zali (Kasatpol PP Nurzalie) lakukan ini,” kata Wakil Wali Kota Amsakar Achmad, kemarin.

Ia menyampaikan, tak hany penjagaan pagi hari, sekolah tersebut akan dijaga hingga malam hari. Hal ini dilakukan untuk memastikan agar sekolah tersebut tak dijadikan tempat yang senonoh.

“Sekurang-kurangnay dua shift, nanti Satpol PP akan buatkan shiftnya,” ucap dia.

Keluhan ini terungkap saat Komisi IV DPRD Kota Batam mengadakan kunjungan ke sekolah tersebut.

¡°Kondisi ini sudah berlangsung lama. Dari laporan mereka (sekolah), tak jarang anak-anak menemukan alat kontrasepsi, alat hisap sabu, dan narkoba lainnya. Hal ini tentu harus jadi perhatian serius pemerintah,¡± kata Sekretaris Komisi IV DPRD Batam, Udin P Sihaloho, Jumat (26/1).

Dalam pertemuan itu pihak sekolah mengakui akibat minimnya anggaran, sekolah tidak mampu memiliki penjaga sekolah. Begitu juga dengan lampu penerangann di malam hari. Sehingga kesempatan inilah yang kerap dijadikan orang yang tidak bertanggung jawab melakukan tindakan asusila.

¡°Dulu katanya ada satpol pp yang bertugas disana (menjaga sekolah). Tapi sekarang sudah ditarik,¡± sebut Udin.

Oleh karena itu, pihak sekolah mengusulkan agar ada penjagaan di sana. Sementara Komisi IV, juga mengusulkan penjagaan sekolah SDN 009 kembali diperbantukan Satpol PP Batam.

¡°Sangat disayangkan, jika sekolah bagus namun malah dipakai orang gak bertanggungjawab,¡± jelasnya. (adi)