Iklan

batampos.co.id – Proyek perbaikan jalan di jalan Marin City oleh pemerintah Provinsi Kepri diakhir tahun 2017 lalu dikeluhkan warga. Warga menilai proyek tersebut asal-asalan saja sebab jalan kembali rusak dalam waktu sekitar dua bulan belakangan ini. Parahnya lagi kerusakan jalan berupa pecahan aspal yang menyebabkan jalan berlubang terjadi di lokasi jalan yang diperbaiki itu.

Iklan

Jalan simpang Perumahan Permata Laguna, Marina misalkan, saat ini sangat memprihatinkan. Pecahan aspal jalan yang menyebabkan jalan berlubang sudah mencapai separuh badan jalan. Padahal di lokasi tersebut telah dilakukan semenisasi melalui proyek perbaikan jalan di akhir tahun 2017 lalu. Kondisi jalan kembali rusak parah seperti sebelumnya.

Kondisi seperti itu juga terjadi di titik jalan rusak yang sudah diperbaiki sebelumnya di simpang Polsek Batuaji. Pecahan aspal jalan juga merata di simpang tiga itu. Di lokasi tersebut sebelumnya juga sudah ada penambalan aspal pada jalan yang rusak. Namun belakangan aspal-aspal yang baru ditembal itu kembali retak dan pecah sehingga jalan jadi berlubang.

Pantauan Batam Pos di lapangan, di lokasi persimpangan itu ada empat titik jalan yang berlubang. Besaran lubang dengan diameter diatas satu meter itu umumnya terjadi di lokasi genangan air saat hujan.

Menurut warga sekitar, kerusakan jalan itu karena proyek perbaikan jalan sebelumnya tidak memperhitungkan ketinggian ataupun kemiringan jalan. Sehingga saat hujan air akan tergenang diatas bahu jalan dan lambat laut karena sering dilalui kendaraan berat aspal jalan itu jadi retak dan terkelupas.

“Ini yang harus diperhatikan pemerintah. Kerusakan jalan ini umumnya di lokasi jalan yang terendam air saat hujan. Seharusnya diperhitungkan dari awal. Kalau tidak ya ditambal berkali-kalipun tetap akan seperti ini. Sia-sia jadinya,” ujar Amran, seorang warga.

Kerusakan jalan yang sama juga terjadi di depan perumahan Devin Premier, Marina. Padahal lokasi jalan tersebut sebelumnya sudah disemenisasi. Sama seperti di simpang perumahan Permata Laguna kerusakan jalan di lokasi tersebut juga terjadi pada persambungan antara aspal jalan yang lama dengan seminisasi jalan. Padatnya arus lalulintas ditambah tingginya curah hujan belakangan ini menjadi penyebab rusaknya jalan tersebut.

Warga berharap agar kedepanya, pemerintah juga mempertimbangkan ketinggian jalan agar proyek perbaikan jalan tidak sia-sia seperti itu lagi.

“Kasian anggaran ratusan sampai miliaran rupiah, tapi sebulan sudah rusak lagi. Pemerintah harus tegas dengan kontraktor agar tidak seperti ini lagi,” tutur Ahmad Fauzi, warga lainnya. (eja)