Iklan
Suasana proses pemakaman anak ketiga dari pasangan Yohannes dan Teripah. F. Dok Polsek Moro untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Setelah dirawat satu malam di RSUD M Sani, anak ketiga dari pasangan Yohannes dan Teripah, akhirnya meninggal dunia, Kamis (1/2) sekitar pukul 08.20 WIB. Jenazah langsung dibawa ke Moro oleh keluarganya untuk dilakukan pemakaman.

Iklan

“Dari tim medis sudah maksimal melakukan perawatan terhadap bayi tersebut. Namun, kondisi fisik bayi terus menurun akibat adanya infeksi yang berakibat meninggal dunia,” jelas Direktur RSUD M Sani, Zulhadi.

Sedangkan kedua orangtua bayi asal Sidodai RT 002/RW 006 Kelurahan Moro Timur, masih dirawat di Puskesmas Moro. Kondisi kesehatan Teripah, masih normal, namun Yohannes kurang baik diakibatkan menderita anemia dengan HB yang rendak.

“Rencananya kedua orangtuanya juga dirujuk ke RSUD M Sani. Tapi, dikarenakan anaknya meninggal dunia ditunda untuk proses pemakaman. Dan hari ini kita rujuk ke RSUD M Sani menggunakan BPJS dan istrinya JPKM di Puskesmas Moro,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Karimun Rachmadi.

Terpisah Kapolsek Moro AKP Donris E Pasaribu turut berduka cita atas meninggalnya anak ketiga dari pasangan Yohannes dan Teripah yang juga mengalami tunarunggu bersama kedua anaknya. Pihaknya, sudah maksimal membantu pertolongan kepada keluarga Yohannes. Saat prosesi pemakaman, kedua orangtuanya tidak bisa menghadiri di pemakaman kristen Moro.

“Tuhan berkehendak lain. Mudah-mudahan diberikan ketabahan bagi orangtuanya, saya hanya bisa membantu semaksimal mungkin. Dan langsung dikasih nama Samuel, sedangkan kesehatan Yohannes dan Teripah diserahkan kepada tim kesehatan baik di Puskesmas Moro maupun RSUD M Sani,” singkatnya. (tri)