Wisatawan mancanegara berswafoto di kawasan wisata Lagoi Bintan, beberapa waktu lalu. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, Panusunan Siregar mengkritik kebijakan yang dibuat Dinas Pariwisata (Dispar), baik itu Dispar Kepri maupun Dispar Kabupaten/Kota. Kritikan tersebut dilontarkan lantaran tidak tercapainya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tahun 2017 lalu.

“Secara kumulatif, Januari-Desember 2017, jumlah kunjungan wisman ke Provinsi Kepri mencapai 2.074.534 kunjungan atau naik 8,04 persen dibanding jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 1.920.232 kunjungan,” ujar Panusunan, Kamis (1/2) di Kantor BPS Kepri, Tanjungpinang.

Dijelaskannya, jumlah wisman yang berkunjung ke Kepri pada Desember 2017 lalu mencapai 261.525 kunjungan. Jumlah tersebut mengalami kenaikan 55,57 persen dibanding jumlah wisman pada bulan sebelumnya yang mencapai pada angka 168.113 kunjungan.

“Jika dibandingkan dengan Desember 2016, kunjungan wisman Desember 2017 mengalami kenaikan, yaitu sebesar 23,52 persen,” paparnya.

Disebutkannya juga, wisman yang berkunjung ke Provinsi Kepri sepanjang Januari-Desember 2017 didominasi oleh wisman berkebangsaan Singapura dengan persentase sebesar 51,17 persen atau pada angka 1.061.469
kunjungan.

Disebutkannya, jumlah kunjungan sepuluh negara terbanyak selain wisman berkebangsaan Singapura dan wisman berkebangsaan Malaysia adalah wisman berkebangsaan Tiongkok, India, Korea Selatan, Philipina, Jepang, Inggris, Australia, dan Amerika.

“Kontribusi dari wisman 10 negara terbanyak yang mengunjungi Kepri adalah sebanyak 86,94 persen dari total seluruh kunjungan wisman pada bulan Januari-Desember 2017,” paparnya lagi.

Sebagai contoh, yaitu jumlah kunjungan wisman berkebangsaan Malaysia mengalami kenaikan sebesar 53,45 persen pada bulan Desember 2017 dibandingkan bulan November 2017, atau naik dari 20.391 kunjungan pada bulan November 2017 menjadi 31.290 kunjungan pada bulan Desember 2017.

“Dari hasil evaluasi yang kami lakukan ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Terutama dalam memberikan stimulus bagi wisman untuk lebih banyak datang ke Kepri,” jelasnya.

Panusunan berharap, Dispar Provinsi dan Kabupaten/Kota membuat target spesipik jumlah wisman dari berbagai negara. Karena selama ini, tidak ada dilakukan terobosan tersebut. Sehingga dengan adanya target tersebut, bisa dibuat siasat wisata untuk mendapatkannya.

“Selanjutnya weekend rate harus berani diturunkan. Biar untuk sedikit, tetapi multiplayer effect akan dirasakan banyak pihak,” tutup Panusunan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar mengaku kunjungan wisman di 2017 sedikit menggemberikan dibandingkan tahun 2016 lalu. Dikatakannya target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kepri untuk kunjungan wisman di 2017 adalah 2,1 juta.

“Artinya kurang 25.466 wisman. Apa yang diusulkan oleh BPS tentu akan kita diskusikan. Khusunya dengan Dispar di empat pintu masuk wisman,” ujar Buralimar.

Ditambahkannya, dari data BPS Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kepri pada Desember 2017 mencapai rata-rata 59,91 persen atau naik 1,56 poin dibanding TPK November 2017 sebesar 58,35 persen. Diakuinya, penurun weekend rate bisa menjadi stimulus untuk ramainya wisman datang ke Kepri.

“Selain berbicara dengan Dispar Kabupaten/Kota. Kita juga akan menyampaikan hal ke Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan ASITA,” tegas Buralimar.(jpg)

Respon Anda?

komentar