ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Kepedudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam, telah menyelesaikan pencetakan e-KTP untuk tiga kecamatan di Hinterland yakni, Galang, Bulang dan Belakang Padang. Kepala Dinas Kepedudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam, Said Khaidar mengatakan sedikitnya ada delapan ribu berkas yang telah dicetak dan segera didistribusikan ke masyarakat.

“Delapan ribu blanko yang kita dapat waktu lalu udah dicetak semua untuk Kecamatan di hinterland,,” ujar Said, Rabu (31/1).

Penyelesaian pencetakan e-KTP juga akan dilakukan ditiga kecamatan di mainland. Antaranya Nongsa, Batuampar dan Batuaji. Said mengatakan untuk Kecamatan Nongsa dan Batuampar, penyelesaiannya ditargetkan pada Jumat (2/2) mendatang. “Sementara untuk Kecamatan Batuaji sedang kita kerjakan, sedangkan untuk Kecamatan Sagulung kami akan meminta blanko lagi ke pusat,” katanya.

Ia merincikan, daftar tunggu kecamatan Nongsa sekitar 4.196 berkas, Batuampar 4.083 berkas, sedangkan Batuaji bekisar 9.952 berkas. Angka tersebut tercatat dari tahun 2017 hingga 30 Januari 2018. “Kita harapkan masalah penumpukan berkas e-KTP bisa diselesaikan secepatnya,” ucapnya.

Dia mengatakan penyelesaian untuk ketiga kecamatan tersebut sudah dirundingkan dengan tiap kecamatan dan keluarahan. “Jadi tidak ada unsur pilih kasih dengan mengutamakan tiga kecamatan ini,” jelasnya.

Sementara itu, Disdukcapil Kota Batam sendiri sudah mendapatkan 20 ribu blanko e-KTP dari pemerintah pusat.

“Jadi Januari ada dua kali kita dapat, Jumat (19/1) bekisar 10 ribu. Kalau yang baru ini 10 ribu yang kita dapat kemarin Selasa (30/1),” sebut bapak tiga anak itu.

Jika persoalan penumpukan berkas di tiap kecamatan selesai, rencananya, pencetakan e-KTP akan kembali dilakukan di kecamatan. Rencana yang baru berjalan ini merupakan masukan dari pihaknya dan para camat se-kota Batam. Sehingga penumpukan ditiap kecamatan bisa diatasi.

Namun demikian, dari 12 alat yang ditarik Disduk, tiga alat cetak untuk Kecamatan Bulang, Galang dan Belakangpadang tetap berada di kantor Disdukcapil. Mengingat masalah jaringan yang kerap terjadisaat pencetakan.

“Sembilan alat kita kembali lagi sekalian blangko kita kasih. Tapi yang tiga tetap disini (Disdukcapil) jaringan disana mengkwatirkan,” sebut mantan Kabag Tata Pemerintahan PemKo Batam ini.

Sementara, di Kecamatan Sekupang penumpukan KTP yang telah dicetak mencapai 5 ribuan keping sepanjang tahun 2017. Sementara pemohon yang kartu fisiknya belum tercetak bekisar 12 ribuan lebih.

“Masih banyak yang belum ambil, kita berulang kali menghimbau kepada yang bersangkutan untuk mengambil. Sudah hubungi, diiyakan tapi tak datang-datang,” kata Camat Sekupang, Muhammad Arman. (une)

Respon Anda?

komentar