Ruli yang semakin menjamur di belakang kantor Lurah Bukit Tempayan, dekat Pasar Melayu, Batuaji, Kamis (1/2). F Dalil Harahap/Batam Pos

 

batampos.co.id – Relokasi ke rumah susun adalah salah satu solusi yang disiapkan pemerintah bagi rumah liar di Batam. Namun demikian rasio ketersedian rusun jauh lebih sedikit dibanding jumlah unit rumah liar yang ada.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan (Disperakimtan) Kota Batam, Herman Rozie, menyampaikan secara umum rusun yang dikelola berbagai satkeholder di Batam tersedia sekitar 7 ribu unit rusun. Jumlah ini termasuk, rusun yang dikelola Pemko Batam sebanyak 30 twin blok dengan jumlah unit sebanyak 2.700 unit, itupun yang kosong hanya sekitar 500 unit.

“Ruli sekarang ada sekitar 30 ribuan unit. Sangat jauh (perbadingan rasio ketrsediaan rusun dan jumlah ruli, red),” kata Herman, Kamis (1/2).

Ia menyampaikan jika relokasi dilakukan sekaligus, warga dari ruli tidak akan tertampung di rusun yang disiapkan pemerintah. Maka dari itu relokasi dilakuakn bertahap seiring program penataan yang dilakukan oleh pemerintah. “Pemindahan tak sekaligus, misalnya di kawasan ruli tertentu ada pembangunan, itu yang didahulukan,” ucapnya.

Sejatinya, kata herman penanganan ruli di Batam perlu keterlibatan semua stakeholder, termasuk peran Badan Pengusahaan (BP) Batam. Terkait ini, dalam rapat terakhir pihaknya dengan BP Batam belum lama ini, BP Batam juga menyampaikan komitmen untuk menyelesaikan persoalan ruli.

“Kalau hanya Pemko Batam yang ngotot tangani ruli memang berat. Makanya perlu pihak lain juga, misal BP Batam dalam mempersiapkan lahan. Masyarakat juga harus dukung, tapi sekarang kita mau data malah ada yang enggak mau,” ungkap Herman.

Untuk diketahui, mulai Februari ini, Disperakimtan Kota Batam akan kembali melakukan verifikasi lanjutan rumah liar (ruli). Verifikasi terakhir, data ruli ada 30.868 unit ruli. Pendataan ini dimaksudkan agar Batam punya data valid tentang ruli.

“Sementara kita ini data dulu, kami lakukan verifikasi faktual di lapangan,” kata dia.

Dalam pendataannya, Herman menyampaikan akan dilakuakan by name by adress sekaligus mengambil gambar fisik rumah, dengan cara ini akan ketahuan warga yang memiliki lebih dari dua unit ruli.

“Kalau sudah begitu akan ketahuan, mana ruli yang baru atau orang kaya pura-pura tinggal di ruli, apakah layak dibantu. Saya pribadi yang kaya tidak perlu dibantu,” paparnya. (adi)

Respon Anda?

komentar