Mayor Inf. Syafruddin (jongkok) saat meletakan pondasi plang pengawasan di Pulau Pandan Besar, Rabu (31/1) lalu. Foto. Nursalih untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Komando Distrik Militer (Kodim 0317/TBK) mulai memasang plang pengawasan di seluruh pulau di wilayah Kabupaten Karimun. Pemasangan plang pengawasan merupakan bagian dari tugas pertahanan militer terhadap pulau-pulau yang tidak berpenghuni, dan berpotensi dimanfaatkan oleh seseorang.

Pemasangan plang diawali dari Pulau Pandan Besar, Kecamatan Karimun, Rabu (31/1) lalu. Hingga keseluruhan 250 pulau terpasang plang pengawasan. Di antaranya, 57 pulau telah berpenghuni, dan 193 pulau tidak berpenghuni.

“Ya, pemasangan plang atau tanda untuk pulau-pulau yang tidak berpenghuni ini merupakan perintah langsung oleh Danrem 033 Wira Pratama. Tujuannya memperketat, dan meningkatkan pertahanan di wilayah teritorial masing-masing,” kata Dandim 0317/TBK, Letkol Arm. Rizal Analdie kepada wartawan, kemarin.

Rizal mengatakan, pihaknya mengklasifikasikan pulau-pulau yang berpotensi terjual dengan beberapa kreteria. Di antaranya, pulau yang dimaksud tidak berpenghuni, namun memiliki sumber daya alam di dalamnya.

“Berbagai macam alasan bagi seseorang untuk bisa menguasai pulau yang tidak berpenghuni. Khusus di Pulau Pandan Besar, pulau tersebut memiliki potensi pasir yang sangat bagus,” bebernya.

Oleh sebab itu, pihaknya segera mengambil langkah tepat dengan cara memajang plank pengawasan pulau tesebut. “Pulau-pulau yang tidak berpenghuni akan diberikan plang yang sama secara bertahap. Hingga mencapai keseluruhan pulau di wilayah Kabupaten Karimun,” tutupnya.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Parit Tiga, Maksum mengatakan, Pulau Pandan Besar memiliki luas 44 hektare. Pulau tersebut tidak pernah dijadikan tempat tinggal.
“Dari dulu, Pulau Pandan kosong tidak berpenghuni. Tapi banyak orang yang memiliki kebun di atas lahan pulau tersebut. Diperkirakan ada 14 orang yang memiliki kebun di Pulau Pandan Besar,” bebernya.

Mengenai potensi sumber daya alam yang terkandung di Pulau Pandan Besar, diakui Maksum. Dan potensi tersebut sering dimanfaatkan warga untuk kepentingan pribadi.
“Dulu, warga tempatan mengambil pasir di Pulau Pandan sebagai material membangun rumah. Kalau hanya untuk bangun rumah, silahkan saja,” katanya. (enl)

Respon Anda?

komentar