Iklan

batampos.co.id – Mulai 1 Februari 2018, PDAM Tirta Karimun mulai memberlakukan tarif baru bagi pelanggan air bersih dengan dua golongan. Pertama untuk golongan sosial dari Rp 800 per kubik menjadi Rp 1.750 per kubik. Kedua untuk golongan rumah tangga, dari Rp 1.200 menjadi Rp 2.800 per kubiknya.

Iklan

“Sosialisasi sudah kita lakukan sejak akhir tahun lalu. Perubahan tarif baru ini sesuai hasil keputusan RUPS beberapa waktu lalu. Dan telah ditetapkan harga nominal untuk dua golongan,” jelas Direktur PDAM Tirta Karimun Indra Santo, Kamis (1/2).

Dengan demikian kata Santo, kenaikan tarif pelanggan PDAM Tirta Karimun akan ditagih pada bulan Maret mendatang. Artinya, penggunaan air bersih untuk bulan Februari dengan harga tarif baru. Sambil pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada para pelanggan ketika melakukan pembayaran di kantor PDAM Tirta Karimun.
“Tetap terus kita beritahukan kepada para pelanggan, bahwasannya tarif PDAM Tirta Karimun naik dan diberlakukan pada bulan Febaruari ini,” tuturnya.

Hingga saat ini jumlah pelanggan PDAM Tirta Karimun mencapai 7012 pelangan, untuk wilayah pulau Karimun ada 4835, Kundur 863, Moro 912 dan Kundur Barat 402 pelanggan. Termasuk sambungan baru pada tahun 2017 lalu yang mencapai 1.000 pelanggan.

Kenaikan tarif PDAM Tirta Karimun, tujuannya tidak lain untuk peningkatan pelayanan air bersih maupun investasi dan pembenahan administrasi. Sehingga, tata kelolaannya lebih bagus dan profesional, dan otomatis perusahaan bisa sehat dan tumbuh.

“Intinya, setiap tahun PDAM Tirta Karimun harus ada peningkatan pelayanan maupun penambahan infrastruktur,” kata Santo lagi.

Dan tahun 2018 ini pihaknya juga mendapatkan bantuan Instalasi Pengolahan Air (IPA) dari APBN melalui satker Provinsi Kepri untuk diwaduk Sentani yang bisa menghasilkan air bersih 50 liter per detik. Dengan demikian, kebutuhan air bersih khusus di pulau Karimun sudah mempunyai tiga waduk yaitu Green SPAM yang ada di Desa Pongkar, Kecamatan Tebing dengan volume air 2 x 10 liter per detik untuk disalurkan kepada pelanggan saat yang beroperasi.

Kemudian, waduk induk Bati dan waduk Sentani yang semuanya sudah terkoneksi sebagai penopang air bersih ketika musim kemarau tiba. Selain itu, akan melakukan penertiban sambungan PDAM liar oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Sebab, sangat berpengaruh terhadap pendapatan PDAM Tirta Karimun itu sendiri. Selain itu dukungan dari Pemerintah Kabupaten Karimun, sangat memberikan kontribusi dalam membangun infrastruktur air bersih.

“Kita prioritaskan dahulu Induknya, sudah maksimal baru ke cabang PDAM Tirta Karimun Moro, Tanjungbatu dan Kundur Barat. Sehingga, benar-benar matang dalam pengelolaan air bersih di kabupaten Karimun di tahun 2020 mendatang. Agar. bisa memberikan kontribusi ke daerah nantinya,” terangnya. (tri)