SEORANG warga melihat PLTMG Tanjungkeruing di Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam yang belum operasi, karena terkendala perizinan sandar kapal muatan gas. F. Slamet nofasusanto/Batam Pos.

batampos.co.id – Karena terkendala izin sandar kapal muatan gas, pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) berdaya 9 MW di Tanjungkruing, Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, molor. Namun PLTMG pindahan dari Tekojo Kijang dan Dompak yang direncanakan beroperasi November 2017 belum bisa direalisasikan hingga saat ini. “Belum operasi,” kata Manager Rayon PLN Tanjunguban, Adi Widoyoko, Kamis (1/2).

Iklan

Menurut dia, PLN Uban tidak mengatahui prihal perizinan sandar kapal, karena hal tersebut menjadi kewenangan PLN Area. “Ada izin yang harus diselesaikan,” katanya.

Dijelaskan Adi, mesin PLTMG ini cadangan listrik di Pulau Bintan. Jika jaringan interkoneksi yang disuplai dari PLTU Tanjungmoco, Batam ke Pulau Bintan mengalami gangguan atau kerusakan, PLN Uban akan mengandalkan cadangan daya PLTMG ini.

Tidak hanya itu, menurut Adi, nantinya cadangan daya PLTMG 9 MW juga akan digunakan untuk mendukung kegiatan industri di Kawasan Industri Bintan (KIB), Lobam. “Prioritasnya untuk memasok listrik di kawasan
industri Lobam. Jika listrik interkoneksi padam, kita telah memiliki cadangan daya yang dihasillkan PLTMG,” ujarnya.

Selain hal itu, ia mengatakan, saat ini daya yang dikirim jaringan interkoneksi dari Batam ke Bintan sekitar 100 MW. Sekedar diketahui beban puncak di Pulau Bintan sekitar 70 MW, sehingga terdapat sisa 30
MW.”Artinya pasokan kita berlebih,” ujarnya.

Terlebih, jika dalam beberapa tahun ini, dibangun PLTMG di Tanjungkruing Desa Teluk Sasah
yang memiliki kapasitas daya sekitar 30 MW. Pantauan di lapangan, pekerjaan peletakkan mesin PLTMG Tanjungkeruing telah rampung dikerjakan, namun sampai Kamis (1/2) siang belum terdengar suara mesin PLTMG dengan total daya 9 MW itu dioperasikan.
(met)